Wisata dengan Kapal Pesiar Ternyata Menguntungkan, Ini Alasannya...

Kompas.com - 14/10/2016, 08:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata dengan kapal pesiar seringkali dianggap sebagai bentuk liburan mewah yang dibanderol dengan harga selangit. Selain itu, wisata kapal pesiar juga seringkali diartikan sebagai wisata yang kurang maksimal dibanding wisata pada umumnya. 

"Ada konsep yang keliru di masyarakat Indonesia, karena banyak yang beranggapan di kapal pesiar selama berhari-hari di kapal tidak kemana-mana. Cruising sebenarnya adalah tur yang santai. Biasanya hanya berada di kapal pesiar pada malam hari," kata President Director, Cruise Centre, Johnny Judianto di acara jumpa pers Singapore Cruise Fair, di Restoran Meradelima, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Johnny menjelaskan jika wisata kapal pesiar justru memberi keuntungan. Contohnya lebih efisien dalam waktu berwisata.

"Kalau wisata di darat kita membuang waktu sekitar empat sampai enam jam hanya untuk mengurus proses imigrasi, ganti kendaraan, dan terkena macet. Jadinya di darat kita hanya diberi waktu berwisata satu sampai dua jam, yang tidak akan cukup," kata Jhonny.

Sebaliknya, menurut Jhonny, kapal pesiar yang berjalan di malam hari, memberi kesempatan bagi para penumpang untuk menjelajah daerah singgah setengah sampai sehari penuh.  

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Atraksi hiburan di kapal pesiar Costa Victoria dalam pelayaran rute Singapura-Phuket (Thailand)-Penang (Malaysia)-Singapura, 3-7 Desember 2015.
"Waktu malam baru kembali ke kapal, di kapal juga acaranya sangat meriah. Bisa makan sepuasnya, menonton show atau kalau mau istirahat tidur di kamar juga bisa," kata Jhonny. 

Terakhir Jhonny mengatakan berwisata dengan kapal pesiar juga lebih murah, karena hanya membeli tiket ke suatu negara misalnya dari Indonesia ke Singapura dan bisa berkeliling ke negara lain sampai ke Hongkong, Jepang, bahkan sampai ke Eropa tanpa perlu membeli transportasi udara yang terbilang mahal. 

"Kalau dihitung-hitung, justru harganya sebanding atau justru lebih murah," kata Jhonny. 

KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN Alat musik tradisional khas Maluku, totobuang dan tifa, dipadukan dengan hadrat dimainkan untuk menghibur wisatawan mancanegara yang datang menggunakan kapal pesiar Artania di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (28/2/2016). Sejumlah wisatawan kagum dengan kolaborasi musik nuansa Kristiani dan Muslim itu. Perpaduan itu menunjukkan Ambon dan Maluku sudah rukun dan menjadi tempat yang aman bagi wisatawan.
Menurut Singapore Tourism Board, ada enam keunggulan berwisata dengan kapal pesiar, di antaranya:

1. Harga paket wisata termasuk semuanya (transportasi, konsumsi, dan hiburan).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.