Kompas.com - 18/10/2016, 16:15 WIB
Makam Kobo Daishi. Di lokasi ini, tokoh biksu Kobo Daishi diceritakan sedang menjalani pertapaan abadi untuk membebaskan semua makhluk hidup. KOMPAS/LUKI AULIAMakam Kobo Daishi. Di lokasi ini, tokoh biksu Kobo Daishi diceritakan sedang menjalani pertapaan abadi untuk membebaskan semua makhluk hidup.
EditorI Made Asdhiana

PERJALANAN menuju Tokyo, tepatnya ke Prefektur Wakayama, Jepang, dengan pesawat hanya butuh waktu 1,5 jam, tetapi rasanya seperti seabad.

Tak sabar rasanya menginap di dalam kuil seperti para biksu Buddha di tengah-tengah kota kecil Koyasan berusia 1.200 tahun yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO itu.

Setelah berkendara 1-2 jam dari Bandara Kansai, akhirnya saya dan Ibu Michiyo Sasaki (penerjemah selama di Jepang) sampai juga di Koyasan di dataran tinggi Koya, 900 meter di atas permukaan laut. Lembah Koyasan berbentuk seperti bunga teratai karena dikelilingi delapan bukit.

Untung kami dijemput Hirai Masanobu, staf kantor gubernur Wakayama, dengan mobil sehingga bisa menikmati perjalanan lebih bebas.

Meski jalan menanjak penuh liku tajam, tak sampai membuat mabuk darat karena sudah kadung mabuk asmara dengan pemandangan hutan lebat seperti lukisan sepanjang jalan.

Belum selesai mengagumi pemandangan, sampailah di depan Kuil Jofukuin. Saya kira ini situs suci yang masuk daftar kunjungan kami. Ternyata di kuil inilah kami akan menginap.

KOMPAS/LUKI AULIA Tamu sarapan. Setelah ibadah pagi yang berlangsung selama satu jam pada pukul 6 pagi, tamu dan para biksu sarapan bersama di ruangan besar dengan hidangan tanpa daging (vegetarian ala penganut Budha) yang sederhana. Semua makanan di penginapan kuil ini dimasak dan disajikan oleh para biksu.
Awalnya, kuil menyediakan tempat menginap hanya untuk calon biksu yang mengikuti pelatihan ajaran Singon Buddha yang disebarkan Kobo Daishi (Kukai), tokoh religius yang dihormati di Jepang, pada tahun 805. Tetapi penginapan kuil kemudian dibuka untuk umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, menjamur pula kuil hingga 1.812 kuil pada tahun 1832. Kini tersisa 117 kuil, 52 kuil di antaranya menyediakan shukubo (penginapan).

Koyasan menjadi pilihan Kobo Daishi, atas izin kekaisaran, untuk mengembangkan ajaran Singon Esoterik Buddha. Tercatat ada 3.000 kuil Singon Buddha di Jepang dan 20 di Amerika Selatan dan Utara.

Setelah melepas sepatu dan berganti sandal (aturan shukubo), kami disambut resepsionis yang ternyata bikuni di kuil ini. Ia mengantar kami ke kamar sambil berpesan agar membaca buku panduan menginap di shukubo. Yang saya ingat cuma dua: tak boleh berisik dan berpakaian sopan saat menjelajahi kuil.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Travel Update
Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Jalan Jalan
5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

Jalan Jalan
Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Travel Update
Jadi Salah Satu Surga Destinasi #DiIndonesiaAja, Berikut 5 Hal yang Dirindukan Wisatawan Saat Traveling ke Bali

Jadi Salah Satu Surga Destinasi #DiIndonesiaAja, Berikut 5 Hal yang Dirindukan Wisatawan Saat Traveling ke Bali

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.