Kompas.com - 20/10/2016, 10:22 WIB
Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANADanau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 150 wisatawan asal Jerman, mengunjungi sejumlah tempat wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, para wisatawan itu datang dengan menggunakan kapal pesiar Hansheintic dan mengunjungi tiga daerah di NTT, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Flores Timur dan Sumba Barat Daya.

“Turis Jerman sebanyak 150 orang asing, saat ini berwisata di kampung adat Riang Pedang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Mereka ini sebenarnya mau mengetahui napak tilas Portugis di sana. Kehadiran Portugis di Pulau Flores mulai dari Kabupaten Flores Timur, sehingga mereka mau melihat kedatangan Portugis di masa lalu,” kata Marius kepada KompasTravel, Rabu (19/10/2016).

Marius menjelaskan, wisatawan asing itu berada di Flores Timur selama dua hari, kemudian menuju ke Komodo, Kabupaten Labuan Bajo, selanjutnya menuju Kabupaten Sumba Barat Daya, selanjutnya mereka menuju Kalimantan.

Mulai bertambahnya wisatawan asing mengunjungi NTT, menurut Marius, menunjukkan bahwa NTT saat ini sedang menjadi destinasi pariwisata internasional yang menarik banyak wisatawan.

Bahkan beberapa hari lalu Wali Kota Binjai membawa rombongannya melakukan studi banding ke NTT tentang perkembangan pariwisata.

Untuk itu, lanjut Marius, pemerintah daerah saat ini harus segera menyiapkan beberapa hal yang masih harus dibenahi seperti infrastruktur jalan, listrik sarana telekomunikasi (penyediaan BTS di tempat wisata).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Permainan tete alu yang menuntut konsentrasi.
“Saya kira persoalan yang harus diangkat yakni infrastruktur. Jalan-jalan yang menjadi tujuan wisata, semuanya belum baik terutama di pegunungan dan desa. Di samping itu, ketersediaan listrik di NTT yang masih sangat terbatas. Saya juga sudah meminta kepada Menteri ESDM melalui media sosial. Kemudian Telkomsel belum menjangkau tempat wisata di NTT seperti di Waerebo, Kabupaten Manggarai, belum sehingga akan menyulitkan wisatawan untuk berkomunikasi ke keluarga dan sahabatnya di luar negeri,” jelasnya.

Selain itu, terdapat juga destinasi wisata di desa-desa yang jauh dari kota, belum sepenuhnya digali potensinya oleh pemerintah daerah, sehingga ia pun mendorong pemerintah kabupaten di NTT untuk menggali, menunjukkan dan menginformasikan kepada pihaknya supaya dipromosikan ke luar negeri.

“Tahun depan turis dari Jerman akan datang lagi sebanyak 350 orang lalu kemudian akan berbaur dengan 5.000 wisatawan asal Polandia sudah masuk dan menyebar di Flores. Jadi wisatawan internasional yang datang ke NTT sudah meningkat tajam,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.