Kompas.com - 21/10/2016, 08:04 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

WAISAI, KOMPAS.com - Memulai pagi di Waisasi, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, saya memilih untuk blusukan ke pasar. Masyarakat sekitar menyebut pasar yang ada di Jalan. A. Arfan, Waisai sebagai pasar darurat.

Pasar ini memang bukan pasar dengan bangunan permanen. Ada satu komplek yang kemudian dibagi menjadi kios-kios penjual ikan dan sayur, kelontong, dan pusat kuliner.

Perjalanan saya mulai dari los ikan. Berjajar ikan-ikan segar nan gemuk yang sangat menggoda untuk dibeli. "Ikan-ikan di sini tangkapan nelayan sekitar Raja Ampat. Semua ditangkap manual, kita tak ada yang menangkap dengan jaring harimau atau bom begitu," kata Asril salah satu penjual ikan.

(Baca juga: Panduan Lengkap Cara Menuju Raja Ampat)

Harga ikan di pasar Raja Ampat ini sangat murah. Contohnya satu kilogram ikan tenggiri yang di Jakarta bisa dihargai hingga Rp 100.000, di pasar ini dihargai mulai Rp 30.000 per kilogram. Jangan ragukan kesegarannya, toh belakang pasar ikan ini langsung laut, ada nelayan yang langsung memasok ikannya kepada para penjual.

Di depan los ikan, ada los sayur dan buah-buahan. Meski bukan dari bangunan permanen, Pasar Waisai cukup bersih. Tak ada sampah atau bau tak sedap, hanya jalanan yang agak becek.

Kompas.com/Silvita Agmasari Pusat kuliner di Waisai, Raja Ampat.

Perjalanan saya teruskan, melewati kios-kios sembako yang permanen. Tak jauh dari sana, tampak sebuah bangunan dengan papan nama 'Pusat Kuliner Raja Ampat'.

Wah, sepertinya menarik. Jarang-jarang menemukan pusat kuliner di pulau. Bayangan saya akan ada banyak makanan khas Raja Ampat yang belum pernah saya dengar atau cicipi sebelumnya.

Setelah memasuki bangunan yang menyerupai kantin, saya justru jadi tersenyum geli. Bayangkan, sejauh mata memandang, saya hanya melihat dua kios yang menjajakan kue. Sisanya sekitar 10 kios, semua menjual nasi kuning.

Inilah "pasar oligopoli" sesungguhnya, ketika semua penjual menjual nasi kuning dengan lauk pendamping yang hampir mirip, yaitu ikan masak kecap, mie goreng, orak arik tempe, dan serundeng.

Mau membeli pun saya bingung harus pilih penjual yang mana, semuanya menawarkan dengan aktif. Pada akhirnya semua terlihat sama saja.

Kompas.com/Silvita Agmasari Banyak penjual nasi kuning di Raja Ampat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.