Kompas.com - 24/10/2016, 11:09 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

BERLIBUR seorang diri atau solo traveling kian populer. Meski begitu, banyak perempuan yang masih ragu untuk menjajal solo traveling, karena masalah keselamatan, keamanan, maupun kenyamanan.

Menanggapi hal tersebut, Anita Rahayu Triani, dari Khalifah Tour Bandung, menyatakan bahwa solo traveling adalah kegiatan yang menantang serta dapat menjadi sarana untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik.

Traveling is investing. Dengan traveling, kita akan banyak belajar. Dan konon, traveling adalah sekolah nyata dalam melatih jiwa kepemimpinan, apalagi kalau solo traveling," katanya seperti dikutip dari TabloidNova.com.

Pasalnya, dalam perjalanan tersebut, "Kita dituntut untuk merencanakan, mengambil keputusan, dan berani mengambil risiko di antara ratusan pilihan yang ada selama perjalanan. Saat solo traveling, biasanya banyak momen untuk merenungi apa yang sudah dilakukan selama ini, serta mengevaluasi diri,” tutur Anita.

Anita menekankan bahwa yang terpenting dalam melakukan solo traveling adalah mencari informasi, baik melalui internet maupun melalui pengalaman orang lain. “Minimal kita mengetahui 3 hal: What to see? What to do? What to buy?” ujarnya.

Anita menyarankan bagi perempuan yang berencana untuk melakukan solo traveling agar mengikuti komunitas traveler. Anda bisa mendapatkan banyak informasi penting seputar destinasi wisata, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta tips dan trik bermanfaat lainnya.

Muslimah Traveler

Saat ini muslimah traveler yang melakukan perjalanan seorang diri juga sedang tren. Anita yang berprofesi sebagai halal tour planner ini menyatakan solo traveling untuk muslimah bukan kegiatan yang sulit dilakukan.

Karena banyaknya informasi seputar destinasi wisata, penginapan, makanan halal dan tempat ibadah yang telah tersedia di internet maupun di aplikasi mobile yang tersedia di smartphone,” katanya.

Setelah mengetahui berbagai informasi seputar destinasi yang dituju, Anita juga menyarankan agar memilih penginapan yang berlokasi tak jauh dari masjid atau tempat ibadah, karena akan memudahkan menemukan restoran atau kedai yang menyajikan makanan halal.

Alternatif lain yang bisa dipilih adalah menggunakan jasa biro perjalanan wisata yang menyediakan paket wisata halal.

Dalam paket wisata ini, umumnya pihak biro perjalanan wisata menawarkan perjalanan yang menyediakan makanan halal, kunjungan ke masjid setempat, pemberitahuan waktu salat, serta adanya tour guide lokal yang memahami budaya Islam.

Hal ini tentu sangat membantu bagi muslimah solo traveler, khususnya yang akan mengunjungi negara minoritas muslim. (Wida Citra Dewi/NOVA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.