Kompas.com - 26/10/2016, 14:17 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan investasi di bidang sektor swasta mengalami kenaikan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

"Terima kasih untuk Pak Tom (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong), kabar baiknya pertumbuhan investasi dari swasta dari tahun 2015 ke tahun 2016. Investasi melompat drastis 53 persen," kata Arief kepada wartawan.

Ia menyebutkan hingga saat ini, investasi di bidang pariwisata telah mencapai angka 850 miliar dollar AS. Sebelumnya pada tahun 2015, investasi dari pihak swasta ini tercatat dalam jumlah 500 miliar dollar AS.

"Ini 70 persen mengalami kenaikan. Proyeksi kami investasi di bidang pariwisata akan naik 1,5 miliar dollar AS di akhir tahun ini," jelasnya.

Untuk pertumbuhan investasi hingga semester pertama tahun 2016, Arief menyatakan telah mencapai angka 70 persen.

"Harapannya akan terpenuhi di angka 1,5 miliar dollar AS," jelasnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong mengatakan bahwa Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla telah berhasil menstabilkan sentimen investasi sejak dua tahun yang lalu. Ia menyatakan hal itu disebabkan oleh faktor kredibilitas dan kepercayaan terhadap pemerintah.

"Pada awal tahun pemerintahan Jokowi - JK, mengalihkan subsidi dari sifatnya konsumtif dan distortif kepada subsidi-subsidi yang produktif seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan. Tentunya sangat menaikkan kredibilitas pemerintah," jelasnya.

Selain itu, lanjut Thomas, reformasi ekonomi yang mencakup deregulasi termasuk rasionalisasi kebijakan berpengaruh terhadap investor. Menurut Thomas, hal itu sangat mengangkat sentimen positif investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Indonesia sendiri termasuk ke dalam 10 negara yang menjadi tujuan investasi dunia pada tahun 2016-2018 versi United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Indonesia berada di peringkat sembilan.

Selengkapnya peringkat pertama adalah Amerika Serikat diikuti oleh China, India, Inggris, Jerman, Jepang, Brasil, Meksiko, Indonesia, dan Malaysia. BKPM sendiri menargetkan total investasi pada tahun 2016 sebesar Rp 595 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekomendasi Tempat Wisata di Indonesia untuk Libur Sekolah

Rekomendasi Tempat Wisata di Indonesia untuk Libur Sekolah

Jalan Jalan
DAMRI Layani Rute Cibiru-Leuwipanjang di Jawa Barat, Tiket Rp 6.000

DAMRI Layani Rute Cibiru-Leuwipanjang di Jawa Barat, Tiket Rp 6.000

Travel Update
Taman Arjuno Malang, Wisata yang Buka Peluang Usaha Bagi Warga Sekitar

Taman Arjuno Malang, Wisata yang Buka Peluang Usaha Bagi Warga Sekitar

Jalan Jalan
4 Cara Pemerintah Atasi Tiket Pesawat Mahal, Ada Diversifikasi Energi

4 Cara Pemerintah Atasi Tiket Pesawat Mahal, Ada Diversifikasi Energi

Travel Update
Visa Digital Nomad Masuk Tahap Akhir Pembahasan

Visa Digital Nomad Masuk Tahap Akhir Pembahasan

Travel Update
10 Wisata Subang untuk Anak dan Keluarga, Pas Buat Libur Sekolah 

10 Wisata Subang untuk Anak dan Keluarga, Pas Buat Libur Sekolah 

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Paralayang Watugupit, Spot Sunset Indah di Gunungkidul

Rute ke Bukit Paralayang Watugupit, Spot Sunset Indah di Gunungkidul

Travel Tips
Sandiaga: Storynomics Tourism Indonesia Ada di Film Ngeri-Ngeri Sedap

Sandiaga: Storynomics Tourism Indonesia Ada di Film Ngeri-Ngeri Sedap

Travel Update
Kapan Hari Raya Idul Adha 2022 di Indonesia? Simak Penjelasannya

Kapan Hari Raya Idul Adha 2022 di Indonesia? Simak Penjelasannya

Travel Update
Gunungkidul Kembangkan Wisata Kebugaran, Tingkatkan Kesehatan Turis

Gunungkidul Kembangkan Wisata Kebugaran, Tingkatkan Kesehatan Turis

Travel Update
5 Wisata Gunungkidul Lantai Dua, Indahnya Alam Perbukitan

5 Wisata Gunungkidul Lantai Dua, Indahnya Alam Perbukitan

Jalan Jalan
Stasiun Kereta Api Terbesar di Asia Beroperasi Lagi Setelah 4 Tahun

Stasiun Kereta Api Terbesar di Asia Beroperasi Lagi Setelah 4 Tahun

Travel Update
Ada Berapa Tanggal Merah Juli 2022? Cek Sebelum Liburan

Ada Berapa Tanggal Merah Juli 2022? Cek Sebelum Liburan

Travel Update
Dusun Semilir Semarang: Jam Buka, Harga Tiket, dan Aktivitas Wisatanya

Dusun Semilir Semarang: Jam Buka, Harga Tiket, dan Aktivitas Wisatanya

Jalan Jalan
Sandiaga Ajak Wisatawan Beli Produk Lokal Saat Berlibur ke Daerah

Sandiaga Ajak Wisatawan Beli Produk Lokal Saat Berlibur ke Daerah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.