Hmm... Segar dan Gurihnya Soto Kudus

Kompas.com - 27/10/2016, 21:05 WIB
Soto Kudus TRIBUN JATENG/AJI KUSUMA ADMAJASoto Kudus
EditorI Made Asdhiana

SEMARANG, KOMPAS.com - Siapa tak kenal dengan soto kudus? Bisa dibilang soto dengan ciri khas menggunakan mangkuk ukuran mini dengan isian daging ayam, kecambah serta taburan bawang putih goreng ini sudah sangat akrab di lidah orang Indonesia.

Melirik besarnya pangsa penggemar soto kudus membuat Jalal Aflah tergoda untuk merambah bisnis kuliner soto Kudus.

Dengan brand soto Wong Kudus, mantan pemain bola Persita Tangerang tersebut sudah memiliki lebih dari 50 cabang yang tersebar di sebagian daerah di Indonesia. Salah satu outletnya di Semarang, Jawa Tengah.

(BACA: Bingung Sarapan Apa di Kudus? Cobalah Lentog Tanjung)

Genius Jalal yang merupakan penerus generasi kedua soto Wong Kudus mengatakan kedai soto Wong Kudus pertama kali buka pada 2009 di Cikopo Tangerang, Banten.

Ayahnya merupakan perintisnya. Dia sebetulnya merupakan orang asli Kudus yang kemudian hijrah ke Tangerang saat masih aktif bermain bola dan memperkuat Persita Tangerang.

Setelah gantung sepatu ayahnya sempat bekerja di sebuah instansi pemerintah setempat.

Namun tak berapa lama beliau memutuskan untuk keluar dan banting stir berjualan soto.

TRIBUN JATENG/AJI KUSUMA ADMAJA Gerai Wong Kudus di Semarang, Jateng.
"Dulu pertama kali bapak buka itu masih berupa bambu alias gedek gitu dengan ciri khas ada gantungan bola di ruangan dan juga foto foto mobil rally yang juga jadi hobi bapak," kenangnya.

Melihat respon yang positif dari para penggemar soto di Tangerang, Wong Kudus pun mulai melebarkan sayap.

Setelah membuka dua cabang di Tangerang, Wong Kudus kemudian menambah gerai baru dari Jakarta, Kudus, Sidoarjo hingga ke Pekanbaru.

"Semarang ini merupakan outlet cabang yang ke-50, sebelumnya di kawasan Jateng sudah ada Kudus juga," terangnya.

Ia menyebut di Semarang, soto kudus merupakan makanan yang bisa ditemukan di banyak tempat, tetapi di Wong Kudus penikmat soto bisa merasakan citarasa otentik soto yang semua bahan mulai dari bahan hingga kecapnya didatangkan langsung dari Kudus.

"Kami sangat menjaga citarasa sebagai soto khas Kudus makanya semua bahan kami datangkan langsung dari Kudus mulai bahan soto, ayam juga ayam kampung dari Kudus. Kecap bahkan sampai sirup juga dari Kudus. Semua untuk memberi kepuasan bagi para penggemar soto kudus yang otentik," ucapnya.

TRIBUN JATENG/AJI KUSUMA ADMAJA Gerai Wong Kudus di Semarang, Jateng.
Selain soto kudus, di kedai Wong Kudus juga menyediakan menu lain yakni Garang Asem yang juga merupakan kuliner khas kota kretek tersebut.

Kedai yang terletak di komplek Pujasera, Jalan Kyai Saleh tersebut menyediakan menu dengan harga yang sangat terjangkau bagi kantong orang semarang.

"Untuk makanan soto dan Garang Asem mulai dari Rp 9.000 - Rp 21.000 sedangkan untuk minumannya mulai dari Rp 4.000," jelasnya.

Bagi yang ingin mencicip nikmatnya soto khas Kudus di kedai Wong Kudus, buka mulai dari pukul 08.00-18.00. (Tribun Jateng)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X