Ini Maskapai Nasional Indonesia yang Larang Penggunaan Samsung Galaxy Note 7

Kompas.com - 28/10/2016, 17:05 WIB
Pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia berada di Bandara Silangit, Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016). Garuda Indonesia melayani penerbangan Bandara Kualanamu, Medan - Bandara Silangit, Siborong-Borong sekali setiap hari selama seminggu.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.COM - Sejumlah maskapai penerbangan nasional telah secara resmi melarang penggunaan Samsung Galaxy Note 7 di dalam semua penerbangan. Langkah tersebut diambil lantaran demi keamanan penerbangan.

AirAsia secara resmi melarang penumpang untuk membawa Samsung Galaxy Note 7 per tanggal 17 Oktober 2016.

"Sehubungan dengan laporan insiden yang melibatkan Galaxy Note 7 akibat panasnya perangkat yang membahayakan, baik pada perangkat yang sebelumnya telah ditarik dari peredaran maupun perangkat pengganti yang baru, AirAsia Indonesia (kode penerbangan QZ) dan Indonesia AirAsia X (XT) mulai hari ini (17 Oktober) menetapkan bahwa seluruh perangkat Galaxy Note 7 sebagai barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam semua penerbangan," jelas Head of Corporate Secretary and Communication AirAsia Indonesia, Baskoro Adiwiyono dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

Ia mengatakan penumpang tidak diperkenankan membawa perangkat tersebut ke dalam pesawat, di dalam tas yang dibawa ke dalam kabin, di dalam tas yang dibagasikan dan juga di dalam kargo. Penumpang yang ditemukan membawa perangkat tersebut tidak akan diperbolehkan memasuki pesawat.

Sementara, Sriwijaya Air dan Nam Air juga secara tegas melarang Samsung Galaxy Note 7 di dalam pesawat. Senior Manager Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan pihaknya mengikuti rekomendasi dari Federal Aviation Administration dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan tentang pelarangan Samsung Galaxy Note 7.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Pesawat AirAsia.
"Sudah sejak lama larangan (penggunaan Samsung Galaxy Note 7) diberlakukan di Sriwijaya Air Group. Sejak dikeluarkan rekomendasi dari FAA waktu itu," jela Agus saat dikonfirmasi KompasTravel, Jumat (28/10/2016).

Ia menjelaskan pada saat larangan dari FAA itu diumumkan, Sriwijaya Air juga menduga bahwa baterai lithium Samsung Galaxy Note 7 cukup membahayakan penerbangan. Oleh karena itu, Sriwijaya Air Group mengeluarkan larangan untuk dibawa.

"Semua karena alasan keamanan (penerbangan)," tambah Agus.

Garuda Indonesia dan Citilink juga menerapkan hal yang sama. Jika ada penumpang yang tak patuh ketentuan, dua maskapai tersebut menegaskan tak bakal membolehkan penumpang masuk pesawat.

"Dengan ini kami menetapkan perangkat Samsung Galaxy Note 7 sebagai barang yang tidak boleh dibawa maupun digunakan di pesawat pada seluruh penerbangan Garuda Indonesia," kata VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Travel Tips
Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Jalan Jalan
Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X