Kompas.com - 29/10/2016, 15:17 WIB
Wisatawan asing di rumah adat Flores di Desa Jopu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan asing di rumah adat Flores di Desa Jopu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu mengaku geram dengan pihak Imigrasi Kupang yang dinilai lambat melayani 54 wisatawan Australia yang berkunjung ke Kota Kupang.

Menurut Marius, dengan pelayanan yang lambat itu, tentunya akan berdampak pada arus kunjungan wisatawan asing dan juga akan memperburuk citra NTT.

“Percuma kita promosi kalau imigrasinya tidak siap. Kita sudah gencar promosi pariwisata NTT, kalau bea cukai dan imigrasi tidak siap tentu akan menghambat pariwisata kita. Mereka masuk di Dili (Timor Leste) kok gampang sekali, sedangkan masuk Indonesia kok susahnya. Jadi tolong diangkat supaya pemerintah pusat bisa membantu menyelesaikan ini,” kata Marius kepada Kompas.com, Jumat (28/10/2016).

(BACA: Turis Australia Kecewa Lamanya Pemeriksaan Imigrasi di Pelabuhan Kupang)

Memang diakui, menurut Marius, pihak imigrasi dan bea cukai punya prosedur tetap, tapi jangan kemudian terkesan mempersulit kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya ke NTT.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
“Kita mau supaya wisatawan yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak, tapi di sisi lain kita belum siapkan perangkat lunak dan perangkat keras, termasuk imigrasi dan bea cukai. Saya selalu mengeluh dengan imigrasi, karena seperti itu kerjanya. Karena itu kita mendorong supaya imigrasi dan bea cukai harus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperlancar kedatangan wisatawan ke Indonesia termasuk ke Kupang,” tegasnya.

Marius mengatakan, pemerintah pusat sudah menargetkan kunjungan wisatawan asing sampai tahun 2019 sebanyak 20 juta wisatawan, sehingga semua pihak di daerah tentu harus mengikuti dan menjalankan kebijakan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelayanan yang lamban terhadap wisatawan asing, lanjut Marius, bukan baru saja terjadi kali ini, tetapi sudah beberapa kali terjadi di NTT.

Bahkan ia pernah ditelepon oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Aloysius Kobes yang mengeluh terhadap pemeriksaan wisatawan asing di Wini, Kecamatan Insana Utara. Para turis akhirnya kecewa dan marah sehingga langsung pulang ke negara mereka.

Selain itu di Maumere, Kabupaten Sikka, hal yang sama pun terjadi di mana wisatawan asing harus menunggu lama terkait pemeriksaan dokumen. Akhirnya sejumlah tempat wisata yang semula masuk dalam jadwal kunjungan terpaksa dibatalkan.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Permainan tete alu yang menuntut konsentrasi.
“Pernah juga beberapa waktu lalu, wisatawan asal Australia dihambat di Bandara El Tari. Waktu itu wisatawan harus menunggu lama hanya untuk mengurus dokumen. Ini baru puluhan turis saja mereka sudah kewalahan. Apalagi kalau sampai ribuan turis tentu mereka akan kesulitan yang berdampak luas pada arus kunjungan turis,” katanya.

Untuk itu Marius minta kepada pihak imigrasi pusat segera menyediakan sarana dan prasarana yang baik dan juga sumber daya manusia yang memadai sehingga tidak menghambat arus kunjungan wisatawan ke NTT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.