Kompas.com - 02/11/2016, 11:59 WIB
Orang Baduy membuat kain tenun di Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESOrang Baduy membuat kain tenun di Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (1/3/2016).
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Mencicipi suasana bersanding dengan alam, boleh jadi, adalah keadaan tatkala angin menerpa daun-daun bambu. Gemerisik suaranya meneduhkan hati.

Bisa juga, bersua dan bersehati dengan alam adalah suasana nan tenteram menikmati kicauan burung dan deburan air sungai. Percayalah, sensasinya luar biasa!

Sejatinya, bagi orang-orang kota, sebagaimana halnya warga Jakarta, kesempatan untuk menggapai kenikmatan tersebut bukan hal nan sulit. Soalnya, jarak antara pusat kota Jakarta yang riuh rendah dengan Desa Kanekes "hanya" 120 kilometer jauhnya.

Ya, di Desa Kanekes itulah tawaran menikmati kebersahajaan alam dan penduduknya sungguh-sungguh ada.

Sekelebat, mendengar kata Kanekes membuat banyak khalayak mengernyitkan dahi, mengangkat kedua bahu, berkata,"Tidak tahu."

Kendati begitu, tatkala Baduy tersodorkan, barulah, lebih banyak orang mafhum. "Oh, iya, tahu!"

Kanekes, tak lain dan tak bukan adalah nama lain untuk Desa Baduy di Provinsi Banten. Persisnya, desa itu berada di Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak. Andai diukur dari ibu kota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, ada jarak 75 kilometer ke arah selatan yang mesti ditempuh menuju Desa Kanekes.

Warga yang berasal dari Jakarta, bisa memanfaatkan Kereta Api (KA) Kalimaya relasi Stasiun KA Tanahabang-Rangkasbitung. Per 1 Maret 2016, seturut laman kereta-api.co.id, perjalanan KA dengan lokomotif diesel penarik enam gerbong kelas bisnis itu cuma satu kali dari Tanahabang dan satu kali dari Rangkasbitung. Tiket per penumpang Rp 30.000, sekali jalan.

Sementara itu, bagi warga Ibu Kota berkantong pas-pasan, silakan memanfaatkan KA Lokal Rangkasbitung-Tanahabang dan berakhir di Stasiun Angke. KA kelas ekonomi ini mempunyai lebih dari delapan kali keberangkatan pergi pulang. Hanya perlu dua lembar uang kertas Rp 2.000 untuk sebuah tiket satu nama sekali perjalanan.

Tiba di Rangkasbitung, giliran Anda melanjutkan perjalanan  kendaraan umum maupun mobil sewaan. Rute yang harus ditempuh adalah Rangkasbitung-Ciboleger sekitar dua setengah jam. Ciboleger adalah pintu masuk ke Kanekes.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.