Kompas.com - 03/11/2016, 16:05 WIB
Wisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir untuk melakukan permainan sandboarding. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoWisatawan mengunjungi obyek wisata gumuk pasir Parangkusumo, Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Sebagian wisatawan memanfaatkan gumuk pasir untuk melakukan permainan sandboarding.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda mendengar soal Gumuk Pasir Parangkusumo? Gundukan pasir yang terletak di Kabupaten Bantul ini menjadi kebanggaan warga Yogyakarta. Betapa tidak, gumuk pasir ini hanya ada segelintir jumlahnya di seluruh dunia. 

Mayoritas wisatawan hanya tahu bahwa Gumuk Pasir Parangkusumo unik dan bisa digunakan untuk sandboarding. Namun, ada beberapa fakta unik terutama secara geologis yang membedakan Parangkusumo dengan gumuk-gumuk pasir lainnya. 

Tipe barchan

Sebelum membahas lebih jauh soal Gumuk Pasir Parangkusumo, ada baiknya kita mengetahui definisi "gumuk pasir" terlebih dahulu. Pemandu dari Jogja Geowisata, Ikramullah Sultana, angkat bicara.

"Gumuk pasir adalah salah satu bentang alam yang proses pembentukannya dipengaruhi angin, terbentuk karena pasir yang menumpuk dalam jumlah besar," papar Ikram, panggilan akrabnya.

Jogja Geowisata adalah operator tur yang mengkhususkan diri pada tempat-tempat wisata yang berkaitan dengan fenomena geologis di DI Yogyakarta. Ikram sendiri merupakan lulusan dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski namanya Gumuk Pasir Parangkusumo, tulisan besar di gerbang masuknya adalah "Gumuk Pasir Barchan". Rupanya, barchan merujuk pada jenis gumuk pasir tersebut. 

"Gumuk pasir tipe barchan memiliki ketinggian 5-15 meter," lanjut Ikram.

BACA JUGA: Gumuk Pasir Barchan dan Parangkusumo, Apa Bedanya?

Gundukan pasir ini berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Pantai Selatan, antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo.

"Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudra Hindia mengukir tumpukan pasir ini. Jadilah bentang alam yang unik," tambah Ikram.

Dengan ketinggian ini, Gumuk Pasir Parangkusumo cocok menjadi lokasi sandboarding.

Istimewa dan langka

Situs Parangtritis Geomaritime Science Park menunjukkan, Gumuk Pasir Parangkusumo termasuk dalam gumuk pasir pesisir (coastal dunes). Gumuk pasir ini terdapat di seluruh garis lintang di dunia, mulai dari kutub hingga khatulistiwa. 

Di Asia Tenggara, coastal dunes sedikitnya terdapat di tiga negara, yakni Filipina (La Paz Sand Dunes), Vietnam (Mui Ne Sand Dunes), dan Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa gumuk pasir yang memanjang di selatan Jawa. Namun, pembentukan paling signifikan terdapat di DI Yogyakarta.

Menariknya, gumuk pasir yang ada di Filipina dan Vietnam juga merupakan tipe barchan. Lalu apa istimewanya Gumuk Pasir Parangkusumo? 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI DI Yogyakarta terkenal punya satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara, yakni Parangkusumo.

Gumuk pasir juga bisa diklasifikasikan berdasarkan perbedaan iklimnya. Pada iklim basah, umumnya dijumpai gumuk membusut (hummock dunes) dan gumuk parabolik (parabolic dunes). Pada iklim kering dan setengah kering (arid dan semi-arid), lebih banyak ditemukan gumuk pasir barchan

Terdapat satu fakta yang menarik dari Gumuk Pasir Parangkusumo: tipenya barchan, tetapi iklimnya tropika basah. Hal inilah yang menjadikan Gumuk Pasir Parangkusumo langka.

Gumuk pasir ini bahkan seharusnya tidak terbentuk karena iklimnya yang tidak sesuai. Inilah yang membuat Gumuk Pasir Parangkusumo istimewa dan langka.

Tempat pembuatan klip video

Selain digunakan sebagai tempat sandboarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga menjadi lokasi pembuatan beberapa klip video.

Klip video tersebut antara lain "Godai Aku Lagi" yang dinyanyikan Agnezmo, dan video dari grup band asal Yogyakarta, Letto. 

YOUTUBE Selain digunakan sebagai tempat sandboarding, Gumuk Pasir Parangkusumo juga menjadi lokasi syuting beberapa video klip. Antara lain video klip "Godai Aku Lagi" yang dinyanyikan Agnezmo, dan video klip grup band asal Yogyakarta yakni Letto.

Satu-satunya tempat sandboarding di Asia Tenggara

Meski gumuk pasir tersebar di Indonesia, Vietnam, dan Filipina, hanya Gumuk Pasir Parangkusumo yang menjadi lokasi sandboarding. Dengan merogoh kocek Rp 70.000, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding sepuasnya. Harga itu sudah termasuk pemandu yang sigap mengajarkan cara meluncur dari gundukan pasir.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Di sini, wisatawan bisa menyewa papan untuk sandboarding dengan harga Rp 70.000 untuk main sepuasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

Travel Update
Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Travel Update
Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Travel Update
Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Jalan Jalan
Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Jalan Jalan
Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Jalan Jalan
NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

Travel Update
5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

Travel Update
Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Travel Update
Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Travel Update
Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Travel Update
Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Jalan Jalan
5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X