Merawat Gerabah Klipoh Warisan Leluhur Borobudur

Kompas.com - 05/11/2016, 07:28 WIB
Para wanita warga Dusun Klipoh Banjaran I, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ramai-ramai membuat kerajinan gerabah dalam rangka Hari Santri Nasional, Sabtu (22/10/2016). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAPara wanita warga Dusun Klipoh Banjaran I, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ramai-ramai membuat kerajinan gerabah dalam rangka Hari Santri Nasional, Sabtu (22/10/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

MAGELANG, KOMPAS.com - Berwisata ke Candi Borobudur tidak lengkap jika tidak mampir ke kampung gerabah Klipoh atau Nglipoh yang letaknya sekitar empat kilometer barat daya candi Buddha itu.

Kampung ini menawarkan pengalaman menarik bagi wisatawan yang ingin mencoba membuat sendiri kerajinan dari tanah liat (lempung) atau gerabah. Kampung ini memang sudah lama dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah. Sebagian besar penduduknya adalah perajin gerabah.

Ratusan jenis gerabah dihasilkan oleh penduduk Klipoh yang kemudian dipasarkan ke luar daerah.

(BACA: Cara Menuju Sentra Industri Gerabah Dusun Klepoh)

Adalah Supoyo, salah satu perajin gerabah Klipoh. Sejak puluhan tahun lalu Supoyo akrab dengan seni kerajinan tanah liat yang diwariskan oleh orang tuanya. Konon usia munculnya kerajinan gerabah Klipoh sama dengan usia Candi Borobudur yang diduga dibangun pada abad ke-9 itu.

Supoyo pun bisa membuat kerajinan gerabah tanpa harus belajar formal. Sebab, sejak kecil ia terbiasa melihat orang tua dan warga di lingkungan sekitarnya yang membuat kerajinan itu.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Perajin gerabah di Kampung Klipoh, Desa Karang Anyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Saroyah (43), Rabu (24/2/2016), sedang membuat gerabah di halaman rumah miliknya. Membuat gerabah adalah mata pencaharian yang ia lakukan setiap hari.
"Sejak kecil saya sudah biasa membuat gerabah, tapi dulu belum berpikir untuk fokus jadi perajin, saya jadi buruh serabutan dulu. Sekitar tahun 2004 saya mulai terjun ke dunia gerabah sampai sekarang," kata Supoyo, Jumat (4/11/2016).

(BACA: Mau Buat Gerabah seperti Demi Moore di Film"The Ghost"? Datang ke Sini...)

Supoyo yang kini dipercaya menjadi Ketua Perajin Bina Karya Dusun Klipoh itu mengatakan dari sekitar 270 kepala keluarga (KK), 80 persen di antaranya berprofesi sebagai perajin gerabah.

Setidaknya 70 jenis gerabah telah dihasilkan, mulai dari asbak, tempat lilin, kendi, mangkok, cangkir, pot bunga sampai miniatur patung Buddha dan Candi Borobudur.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X