Sukses dengan Kepiting

Kompas.com - 07/11/2016, 23:09 WIB
Rudy Setiawan sudah menempuh perjalanan panjang sebelum memantapkan diri berwirausaha di bidang kepiting. KOMPAS/LUKAS ADI PRASETYARudy Setiawan sudah menempuh perjalanan panjang sebelum memantapkan diri berwirausaha di bidang kepiting.
EditorI Made Asdhiana

RUDY Setiawan (58) pernah melakoni pekerjaan sebagai tukang bangunan, pesuruh kantor, karyawan kantor, bahkan berjualan nasi pecel dan steak. Kini, ia memiliki restoran Dandito di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan menu andalan kepiting yang populer.

Wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan biasanya membawa kepiting sebagai buah tangan. Sebagian wisatawan mungkin membeli di Dandito dengan alasan rasa masakan kepiting yang sesuai selera.

”Susah mencari resep yang pas. Saya perlu waktu tiga bulan dan selama itu penuh komplain dari pembeli karena rasanya tidak karuan. Ada yang mengeluh kepedasan, keasinan, atau terlalu manis. Namanya saja coba-coba, ya, dicoba terus sampai berhasil,” ujar Rudy di Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Jauh sebelum membuka restoran yang sudah berjalan 15 tahun ini, Rudy mencoba berbagai usaha kuliner. Ia membuka warung nasi campur, pecel, soto, steak, hingga kafe yang menyediakan menu masakan barat. Namun, warungnya selalu tidak laku dan gulung tikar.

”Ibaratnya, tahun pertama membuka warung sudah menuju kondisi bangkrut. Tahun kedua, jatuh menyusup. Lebih dari 10 kali usaha kuliner saya gagal. Saya mulai melihat ke kanan dan ke kiri. Ada dua restoran kepiting di Balikpapan yang ramai pembeli,” kata Rudy.

Terlintas ide membuka restoran kepiting karena kepiting banyak tersedia di Balikpapan. Rudy yang tidak pernah memasak kepiting sempat ragu, tetapi akhirnya nekat. Dengan modal yang nyaris habis, pilihan usaha kuliner yang bisa dijalankan hanya tinggal kepiting.

”Saya mencari resep masakan kepiting melalui internet, mulai dari meracik hingga belajar membuat saus. Ada teman yang bisa masak, saya ajak gabung, lalu saya beri baju koki. Tiga bulan pertama sangat kacau. Namun, setiap kritikan dan masukan pembeli saya catat,” ujarnya.

Lambat laun, racikan kepiting saus buatan Rudy diterima pasar. Dandito pun mulai berkembang. Kini, dalam sehari, Dandito memerlukan setidaknya 300 kilogram kepiting. Selain di Balikpapan, Dandito mempunyai gerai di Bali.

Sebenarnya, Rudy sempat memiliki empat gerai di Balikpapan. Namun, karena susah mengendalikan semua gerai itu, akhirnya dijadikan satu gerai saja.

Pada Agustus, menu kepiting Dandito menjadi salah satu sajian kuliner di Istana Negara dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI. ”Itu kebanggaan bagi saya, juga semakin melecut semangat untuk menjadi lebih baik,” ujar Rudy.

Perjalanan panjang

Rudy sudah menempuh perjalanan panjang sebelum memantapkan diri berwirausaha di bidang kepiting. Pada 1979, ketika berusia 19 tahun, ia nekat merantau meninggalkan Jember, Jawa Timur, menuju Samarinda, Kalimantan Timur. ”Modalnya dengkul dan nyali,” katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

30 Hotel di Medan Bersiap Buka Kembali Juni 2020

Whats Hot
Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Pelaku Wisata Gunungkidul Bersiap Hadapi New Normal

Whats Hot
Persiapkan 'New Normal', Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Persiapkan "New Normal", Kemenparekraf Susun Program CHS dengan Libatkan Pelaku Parekraf

Whats Hot
Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Hotel-hotel di NTT Didorong Mulai Buka pada 15 Juni

Whats Hot
#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

#BeliKreatifLokal, Kampanye Kemenparekraf untuk Selamatkan Pelaku Ekonomi Kreatif

Whats Hot
Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Mau Wisata ke Labuan Bajo? Bakal Ada Registrasi Online untuk Turis

Jalan Jalan
Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Tebar Semangat di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Gelar Kopdar Virtual Komunitas

Whats Hot
Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Makan Makan
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Whats Hot
Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Makan Makan
Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Resep dan Cara Membuat Siomay Ayam Udang, Bisa Jualan Online

Makan Makan
Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Curahan Hati Mereka yang Rindu Libur Lebaran dan Kampung Halaman

Jalan Jalan
Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Whats Hot
Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Kabar Ongkos Wisata Turis Asing Dibiayai Pemerintah Jepang, Dibantah Japan Tourism Agency

Jalan Jalan
TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

TravelCast, Podcast Baru dari Kompas Travel Membahas Wisata Belanja di Korea Selatan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X