SOLO, KOMPAS.com - Museum Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah.
Museum ini menyimpan banyak koleksi-koleksi kuno seperti arca, prasasti, senjata kuno dan berbagai benda lainnya.
Museum punya cara tersendiri untuk menyelamatkan berbagai manuskrip kuno agar tetap awet.
Ketua Komite Museum Radya Pustaka, Purnomo Subagyo, menjelaskan cara pengawetan manuskrip tersebut adalah dengan digitalisasi.
"Kalau untuk menyelamatkan sudah lama kita mempunyai program digitalisasi transkrip," katanya.
"Jadi naskah-naskah lama itu supaya kontennya bisa terselamatkan itu dialihkan ke digital," sambungnya.
Purnomo mengatakan terdapat 400 lebih naskah di Museum Radya Pustaka dan 10 persen naskah telah diselamatkan dengan cara dikonversi ke digital.
"Jadi nanti orang mau membaca tidak harus melihat fisiknya tapi lewat komputer bisa. Itu dari naskah Jawa ke Latin juga sudah," katanya.
"Harusnya kan idealnya naskah lama itu yang pada abad ke-18 dengan penyelamatan itu ke digitalisasi dari tulisan jawa ke tulisan latin," katanya.
"Dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris," lanjutnya.
Purnomo mengatakan museum jarang menerima atau mencari koleksi.
Museum ini seringkali dikunjungi oleh wisatawan mulai dari masyarakat Solo hingga wisatawan luar Kota Solo.
Museum ini ramai dikunjungi saat tahun pelajaran baru dimulai. Rata-rata pengunjung adalah sekolah dan universitas dari luar Kota Solo.
Mulai Senin (7/11/2016), Museum Radya Pustaka buka mulai Senin hingga Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB. (TribunSolo.com/Eka Fitriani)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.