Kompas.com - 10/11/2016, 16:17 WIB
Pemandangan bawah laut di sekitar Dermaga Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016). Dok. Dito/PT. PelniPemandangan bawah laut di sekitar Dermaga Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016).
|
EditorI Made Asdhiana

RAJA AMPAT, KOMPAS.com - Liburan ke Raja Ampat, Papua Barat identik dengan petualangan bawah laut yang memukau. Ragam ikan-ikan seperti scooling fish, hiu, manta juga karang-karang bisa dilihat.

Biasanya, turis pergi ke daerah Pianemo untuk mendaki bukit atau ke Desa Arborek untuk menyelam di titik selam ikan pari. Bahkan, sampai ke Wayag untuk menikmati gugusan pulau-pulau karst.

(BACA: Begini Rasanya Naik Kapal Pelni Keliling Raja Ampat)

Pemandu wisata tentu akan siap menemani turis berkeliling dan menjelaskan. Namun, tak hanya permintaan wisata bahari atau mendaki bukit karst yang biasa dilayani oleh pemandu-pemandu wisata di Raja Ampat.

Wakil Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Raja Ampat, Ranny punya pengalaman unik saat membawa wisatawan liburan di Raja Ampat. Ia pernah memandu turis asal Amerika untuk berburu ular di Raja Ampat.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Peserta snorkeling di laut dekat Desa Arborek, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (2/11/2016). KM. Tatamailau digunakan untuk membawa peserta paket wisata bahari "Let's Go Raja Ampat" 30 Oktober - 2 November 2016 lalu.
"Saya punya permintaan unik ini adalah pencinta reptil. Orang (ke Raja Ampat) cari ikan, pemandangan indah sama karang. Ini turis Amerika cari ular," kata Ranny saat berbincang dengan KompasTravel beberapa waktu lalu di sela-sela acara paket wisata bahari PT Pelni di Sorong.

Ranny mengatakan turis Amerika itu meminta padanya untuk mengantarkan mencari ular jenis Tree Phyton Waigeo. Ia telah menemani turis Amerika tersebut dua kali yakni tahun 2015 dan 2016.

(BACA: Menghilang Sejenak di Tengah Laut Raja Ampat? Coba Penginapan Ini...)

"Saya terpaksa harus melibatkan pemandu wisata lokal di spot-spot tertentu. 'Saya tanya, punya keahlian tentang ular gak'. Itu perjalanannya selama dua minggu ke Mayalibit, Saporkren, dan Gam," jelasnya.

Tree Phyton adalah jenis ular piton yang hidup di pohon. Ular piton di Raja Ampat, menurut Ranny punya kekhasan dibanding tempat-tempat lain di Papua.

Dok. Adil Angkasa Pura 1 KompasTravel mencoba snorkeling di dekat dermaga Desa Sawandarek, Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016).
"Sebetulnya di Raja Ampat, ada endemik ularnya. Tree Phyton Waigeo. Sampai sekarang, informasinya (Tree Phyton Waigeo) sedikit. Tapi di luar negeri, beredar luas infonya. Dia (turis Amerika kasih info ke kita kalau Tree Phyton di Biak warnanya hijau, tapi kalau di Waigeo ini warnanya biru. dia penasaran," ungkap Ranny.

Akhirnya, ia mengantarkan turis Amerika itu selama dua minggu untuk mencari ular. Namun, setelah mencari, Ranny bersama turis Amerika itu nihil.

Selain itu, dia juga pernah bertemu turis Jepang yang datang ke Raja Ampat hanya untuk berburu kumbang. Ia pun heran turis Jepang datang jauh-jauh ke Raja Ampat hanya untuk melihat hewan kecil itu.

"Potensi itu berarti memang dilirik (oleh turis asing)," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Travel Promo
PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X