Kompas.com - 11/11/2016, 21:51 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Selain Monumen Teruo Nakamura dan air terjun Nakamura, Morotai masih punya objek wisata alam historis lain. Contohnya, Pulau Zum Zum dengan Monumen Jenderal MacArthur—panglima pasukan perang Sekutu.

(Baca juga: Dari “Nafsu" Jenderal MacArthur sampai Pasir Merah Jambu Ada di Sini!)

Lalu, ada pula Pulau Dodola, Kolorai, dan Matita, yang punya pemandangan bawah laut laiknya museum. Perairan laut ketiga pulau itu memiliki spot-spot diving bernuansa Perang Dunia II. Di sana tersimpan bangkai peralatan dan kendaraan tempur sisa perang tersebut.

Sementara itu, dari segi wisata bahari pulau paling utara di Indonesia malah punya beberapa pulau kecil dan pantai berpasir putih yang menarik bagi wisatawan.

Berbenah menyambut tamu

Dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki Morotai, Pemerintah memasukkannya ke dalam sepuluh destinasi prioritas. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun yakin Morotai akan berkembang pesat.

“Saya yakin, tidak lama lagi Morotai akan hidup dan menjadi salah satu destinasi kelas dunia yang bisa diandalkan untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman),” jelas Arief seperti dimuat Kompas.com, Rabu (1/6/2016).

Adapun untuk mewujudkan keinginan itu pemerintah melalui PT Morotai Jababeka akan mengembangkan kawasan bisnis secara bertahap di sana. Rencananya, sejumlah perumahan kelas menengah dan hotel akan dibangun pada tahap awal.

Setelah itu, pemerintah juga berencana membangun tempat pariwisata beserta infrastrukturnya dan sekolah untuk memasok sumber daya alam di sana. Jababeka berencana menggandeng investor asal Taiwan untuk memuluskan rencana ini.

“Nantinya Pulau Morotai bisa dikembangkan menjadi Singapura-nya kawasan Timur Indonesia,” papar advisor pengembang Jababeka Morotai, Basuri T Purnama, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (1/6/2016).

Pokja 10 Top Destinasi Prioritas Pulau Morotai, Arie Suhendro menambahkan, pengembangan transportasi udara di sana sudah terlihat dampaknya. Peningkatan frekuensi penerbangan ke Morotai menjadi bukti.

“Dari tidak ada penerbangan ke Morotai, sejak 27 April 2016 frekuensi penerbangan menjadi dua kali per hari dengan kapsitas 72 seat. Adapun Wings Air sebagai maskapai yang digunakan,” ujar Arie.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.