Kompas.com - 14/11/2016, 15:08 WIB
EditorI Made Asdhiana

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Aroma yang ditebarkan membuatnya tak sedikit yang membenci, pun tak sedikit yang menyukai. Ya, itulah "si raja buah", durian.

Kulitnya yang berduri seakan menantang untuk menguak kelezatan di baliknya. Tatkala musim durian tiba, banyak yang berburu buah khas negeri tropis ini.

Jika anda bertandang ke Aceh, salah satu durian yang cukup kesohor adalah durian Lhong. Di sini musim durian saban tahunnya berbuah dua kali.

(BACA: Anda Pecinta Durian? Nih Jus Durian dan Durian Goreng)

Lhong diambil dari nama sebuah kecamatan tempat durian itu berasal.

Tempat ini menjadi lokasi rehat favorit pelintas jalur pesisir barat selatan Aceh. Pun bagi para penikmat durian yang khusus datang untuk berburu si kulit duri.

SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI Durian Lhong terletak di lintas Gunung Kulu, Desa Sengkomulat Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
“Durian Lhong walaupun dimakan dalam jumlah banyak tapi nggak begah di perut. Itu enaknya,” ujar Taufik, penikmat durian kepada Tribun Travel, Minggu (18/9/2016).

Buahnya terbilang kecil, tapi dagingnya yang tebal lagi legit membuat anda terkecoh. Sehingga anda tak akan merasa membayar mahal dengan membeli Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per buahnya.

(BACA: Rahasia Durian Ucok Masuk Pesawat Tanpa Bau)

Harga yang ditawarkan tergantung ukuran. Anda bebas memilah-milih dan menawar. Mau dibawa pulang atau santap di tempat? Bisa.

Menuju lokasi

Durian Lhong terletak di lintas Gunung Kulu, Desa Sengkomulat Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Jika berangkat dari ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh memakan waktu sekitar 1,5 jam berkendara.

SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI Durian Lhong terletak di lintas Gunung Kulu, Desa Sengkomulat Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Anda bisa menumpang kendaraan umum berupa minibus jurusan Meulaboh atau membawa kendaraan pribadi.

Menyusuri Jalan Raya Banda Aceh-Meulaboh yang dikenal sebagai jalur pesisir barat selatan Aceh. Namun jalan yang mulus teraspal dan terbilang sepi akan memudahkan perjalanan.

Sementara mendekati lokasi, jalanan yang mendaki dan berkelok dilingkupi panorama alam yang asri menawarkan pengalaman tersendiri. (Serambi Indonesia/Nurul Hayati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.