Kompas.com - 14/11/2016, 21:57 WIB
|
EditorSri Noviyanti

Masyarakat bisa punya saham

Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan, upaya memperluas akses menuju destinasi prioritas ini akan menghadirkan pula rencana pembangunan jalan tol dan pembenahan jalan nasional.

"Ini masih akan kami kaji dulu apakah butuh jalan tol (sampai ke Borobudur) atau cukup jalan nasional saja. Untuk jalan tol sudah ada Jalan Tol Cileunyi-Cilacap-Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen yang harus disinkronkan," tutur Basuki.

(Baca juga: Jalur Kereta dan Jalan Dikembangkan untuk Akses ke Borobudur)

Transportasi darat dari arah Semarang, bagaimana pun tak bisa dinafikan, setidaknya merujuk pada riset Kementerian Pariwisata. Di situ disebutkan, sebagian pengunjung Candi Borobudur dan kawasan sekitarnya pun kerap datang melalui Semarang.

Di Semarang ada Stasiun Tawang dan Poncol, yang dilalui kereta api dari Jakarta, lewat jalur pantai utara Jawa. Kota ini punya pula Bandara Ahmad Yani, yang melayani pula penerbangan langsung dari Jakarta.

Ada pula di sini, Pelabuhan Tanjung Emas, akses jalur laut terdekat menuju Candi Borobudur dan sekitarnya.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Turis dari Eropa yang menggunakan kapal pesiar Minerva tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/1/2013). Turis yang berkunjung ke Jawa Tengah diperkirakan meningkat seiring dengan banyaknya kapal pesiar yang akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas. Pada tahun 2011 terdapat 17 kapal pesiar yang bersandar dan tahun 2013 diperkirakan naik menjadi 26 kapal. Kunjungan singkat selama satu hari untuk berwisata di Borobudur dan Museum Kereta Api Ambarawa.

“Berdasarkan paparan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, setiap dua pekan sekali ada cruise yang singgah ke Pelabuhan Tanjung Emas dengan membawa 1.000-2.000 wisatawan mancanegara,” tulis riset tersebut.

Wisatawan itu rata-rata turun di Pelabuhan Tanjung Emas dan melanjutkan perjalanan darat ke Candi Borobudur. Namun, lanjut riset itu, mereka hanya punya waktu satu hari untuk segera kembali ke pelabuhan dan berlayar lagi. 

Untuk semua rencana pengembangan tersebut, anggaran senilai Rp 20 triliun disiapkan. Separuh nilainya berasal dari kas negara dan selebihnya ditawarkan kepada investor.

”Anggaran Rp 20 triliun tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di areal seluas 5.000 hektar di kawasan menuju Candi Borobudur,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (29/1/2016).

Infrastruktur dasar yang akan dibangun, sebut Arief, antara lain jalan, listrik, dan penyediaan air bersih. Rapat tersebut diikuti pula oleh Ganjar,  Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Menurut Arief, pengelolaan dan pengembangan kawasan Candi Borobudur akan dilakukan secara terintegrasi oleh Badan Otorita Borobudur. Badan ini mencakup pemerintah; PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko; serta masyarakat.

”Masyarakat nantinya berkesempatan memiliki golden share. Mereka bisa memiliki saham tanpa ada kewajiban menyetor,” ujar Arief.

Kompas.com/Ika Fitriana Para Biksu dan umat Buddha menerbangkan lampion di pelataran Candi Borobudur, Magelang, dalam rangka perayaan Tri Suci Waisak 2560 BE, Sabtu (21/5/2016) dini hari.

Nah, siapa berani menjawab tantangan Ganjar dan punya saham untuk pengembangan Candi Borobudur dan kawasan di sekitarnya ini?

Kalaupun belum tertantang atau berminat untuk kedua hal itu, Anda yang gemar berwisata pun tetap bisa ikut membantu mengenalkan destinasi prioritas Indonesia. Caranya, bagikan saja cerita Anda lewat media sosial.

Dalam setiap unggahan di media sosial, cantumkan tanda pagar (tagar) atau hashtag #ceritadestinasi. Untuk Twitter dan Instagram, sebutkan pula @ceritadestinasi ketika mengunggah cerita atau foto.  Cerita panjang Anda bisa pula diunggah di Facebook lewat fan page Cerita Destinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.