Kompas.com - 16/11/2016, 06:23 WIB
EditorI Made Asdhiana

SURABAYA, KOMPAS - Kapal pesiar yang mengunjungi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, terus berkurang setiap tahun. Kondisi itu dipicu, antara lain, keterbatasan destinasi wisata di Surabaya dan sekitarnya serta adanya terorisme di Indonesia.

Berdasarkan data PT Pelabuhan Indonesia III (PT Pelindo III), kapal pesiar yang akan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada 2016 berjumlah empat kapal, tetapi yang terealisasi baru dua kapal. Padahal, tahun 2014 ada 11 kapal yang sandar dengan 8.036 penumpang. Pada 2015, hanya empat kapal yang datang dengan 2.334 penumpang.

(BACA: Wisata dengan Kapal Pesiar Ternyata Menguntungkan, Ini Alasannya...)

Kapal pesiar MS Volendam berbendera Belanda yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (14/11/2016) siang, merupakan kapal pesiar kedua yang sandar di Surabaya pada 2016.

”Dari empat kapal yang seharusnya datang ke Surabaya tahun ini, satu kapal batal dan satu kapal lagi baru datang akhir Desember,” kata Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto, Senin, di Surabaya.

Menurut Edi, pengelola kapal pesiar sangat sensitif terhadap isu keamanan. Meski teror terjadi di Jakarta, tetapi kunjungan ke Surabaya tetap dibatalkan.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Kelompok kesenian Gembong Kyai Bulak menyambut kedatangan kapal pesiar MS Volendam berbendera Belanda di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/11/2016). Selain mendapat suguhan pentas kesenian, penumpang juga mengunjungi sejumlah tempat wisata di Surabaya
Selain itu, tujuan wisata di Surabaya dan sekitarnya kurang menarik sehingga mereka enggan singgah. Para turis kapal pesiar di Surabaya lebih banyak menikmati wisata sejarah, melihat bangunan bersejarah atau kampung lawas. Mereka tidak memiliki pilihan tempat wisata alam.

Hal ini berbeda dengan Bali atau Jawa Tengah yang memiliki banyak pilihan tempat wisata menarik. Di Pelabuhan Benoa, Bali, jumlah kunjungan kapal pesiar meningkat dari 49 kapal pada 2014 menjadi 58 kapal pada 2015. Pada semester I-2016, kunjungan kapal pesiar sebanyak 25 kapal.

Kedatangan kapal pesiar di Jawa Tengah, lanjut Edi, relatif tinggi karena ada Candi Borobudur. Pada 2014, kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 25 kapal, lalu hanya 19 kapal tahun 2015.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Wiwiek Widayati menyebutkan, suguhan wisata utama yang bisa ditonjolkan di Surabaya adalah wisata sejarah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.