Bengkulu Fokus Benahi Kawasan Wisata - Kompas.com

Bengkulu Fokus Benahi Kawasan Wisata

Kompas.com - 18/11/2016, 15:11 WIB
KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Wisatawan Inggris di Benteng Marlborough, Bengkulu disambut dengan musik doll, Kamis (20/10/2016). Ratusan wisatawan Inggris ini tiba di Pelabuhan Pulau Baai menggunakan Kapal Pesiar 'Caledonian Sky'.

BENGKULU, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Bengkulu fokus membenahi kawasan wisata. Pembenahan diharapkan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu menjadi dua kali lipat dalam empat tahun ke depan.

Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengatakan itu dalam acara Bengkulu Expo, Kamis (17/11/2016), di Kota Bengkulu. "Bengkulu memiliki alam yang indah, misalnya pesisir pantai sepanjang 525 kilometer, pegunungan, dan danau yang memukau. Di sini, wisatawan juga dapat menikmati wisata sejarah," kata Ridwan.

Acara itu terkait pula dengan perayaan ulang tahun ke-48 Provinsi Bengkulu. Dalam acara itu, hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

(BACA: Jika di Paris Ada "Gembok Cinta", di Bengkulu Ada "Sandal Cinta")

Bengkulu Expo menjadi momentum untuk mempromosikan keunggulan Bengkulu kepada masyarakat. Berbagai produk dan kuliner unggulan Bengkulu ditampilkan, misalnya batik besurek, tas rajutan, dan kuliner khas sate gurita.

Ridwan menjelaskan, Bengkulu memiliki potensi wisata yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Dia mengklaim keindahan alam di Bengkulu tak kalah menarik dengan Sumatera Utara.

Bahkan, ombak di pantai Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia tak kalah indah dengan pemandangan di California, Amerika Serikat.

Kontributor Bengkulu, Firmansyah kolosal tari perang, masyarakat adat Pulau Enggano, 17 Agustus 2016.
Saat ini, kata Ridwan, Pemprov Bengkulu sedang fokus membenahi infrastruktur jalan menuju lokasi wisata. Tahun 2017, Pemprov menganggarkan Rp 1 triliun untuk membenahi infrastruktur jalan dan jembatan. Hal itu dilakukan karena Pemprov Bengkulu mencanangkan Visit Bengkulu tahun 2020.

Selain membenahi infrastruktur, Pemprov juga mendidik warga untuk menyambut wisatawan melalui kelompok sadar wisata. Warga diminta tersenyum saat menyambut wisatawan. Rumah mereka juga disiapkan sebagai homestay.

Dia berharap, upaya Pemprov mengembangkan pariwisata mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pihak swasta juga digandeng agar pembangunan kawasan wisata bisa lebih cepat.

Kunjungan

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Suparhim mengatakan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke daerahnya mencapai 350.000 orang per tahun. Pada 2020, kunjungan wisatawan ditargetkan menjadi 700.000 orang. Kunjungan wisatawan mancanegara juga ditargetkan naik dari 900 orang menjadi 2.700 orang.

Dia menilai, Bengkulu Expo yang digelar selama lima hari berdampak terhadap tingkat hunian hotel. Selama sepekan, tingkat hunian di 10 hotel berbintang di Bengkulu juga mencapai 100 persen. Dia optimistis sejumlah pergelaran lain yang akan digelar juga dapat menarik wisatawan.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Suasana Rumah Makan Marola di Bengkulu.
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada sekitar 4.300 UKM di Bengkulu untuk mengembangkan produk. Selain itu, pelaku UKM akan diberi pelatihan manajemen dan pemasaran.

Dia menilai, sejumlah produk UKM di Bengkulu, misalnya batik, tas, dan pakaian, layak dijual ke provinsi lain hingga ke luar negeri. Selain corak yang indah, kualitas produk juga cukup baik. (VIO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 November 2016, di halaman 21 dengan judul "Bengkulu Fokus Benahi Wisata".


EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X