Kompas.com - 22/11/2016, 05:29 WIB
Danau Kaolin di lahan bekas tambang timah di Desa Nibung Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung Danau Kaolin di lahan bekas tambang timah di Desa Nibung Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung
EditorI Made Asdhiana

Kepala Disbudpar Beltim Helly Tjandra mengatakan bahwa nama obyek wisata "Ngenjungak" berasal dari bahasa Belitong (Belitung) yang berarti berkunjung ke suatu tempat dengan waktu yang tidak terlalu lama.

"Wisatawan yang datang ke sini (OWUN) akan kami ajak untuk melihat museum kopi mini, timah, lada, mini 'zoo' (kebun binatang mini, ruang budaya, dan merasakan sensasi bermain atraksi batu putar, serta pijat refleksi tradisional," katanya.

Menurut dia, OWUN dibuka sejak 2014 itu merupakan sebuah inovasi untuk mengubah paradigma masyarakat Beltim yang sebelumnya menggantungkan hidup pada industri pertambangan menjadi masyarakat pariwisata.

Dalam perkembangannya keberadaan OWUN menjadi "booming" karena banyak dikunjungi wisatawan maupun pejabat.

Dari situlah, lanjut Helly Tjandra, masyarakat Beltim melihat bahwa dengan cara yang sederhana dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga mereka pun mulai menata kedai-kedai kopi maupun pusat-pusat cendera mata guna menarik minat wisatawan.

"Mungkin cuma di sini, Kantor Disbudpar menjadi obyek wisata," ujarnya.

Helly Tjandra mengatakan keberadaan OWUN sama sekali mengganggu aktivitas di Kantor Disbudpar Beltim.

"Kami bukan kantor dinas yang berfungsi memberikan pelayanan seperti Disdukcapil. Namun, kami memosisikan diri sebagai pelayan yang siap melayani wisatawan," katanya.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar setinggi 62 meter dengan ratusan anak tangga. Diatasnya wisatawan dapat melihat berbagai pulau kecil dan birunya laut Belitung.
Saat mengunjungi Rumah Adat Belitong di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, rombongan Pemkab Banyumas juga terkesima dengan bangunan tradisional yang di dalamnya memajang berbagai foto cagar budaya dan suasana Belitung masa lalu serta menampilkan berbagai hasil kerajinan masyarakat Belitung.

Selain itu, rombongan Pemkab Banyumas juga berkesempatan untuk mempraktekkan tata cara makan sesuai adat Belitung, yakni "bedulang" di mana dalam satu nampan terdapat sayur dan lauk untuk dimakan berempat dan sebelum mulai makan, yang muda harus melayani yang tua lebih dahulu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.