Kompas.com - 30/11/2016, 17:04 WIB
Villa Yuliana yang merupakan peninggalan bangsa kolonial Belanda, kini menjadi landmark Kabupaten Soppeng. KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaVilla Yuliana yang merupakan peninggalan bangsa kolonial Belanda, kini menjadi landmark Kabupaten Soppeng.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

SOPPENG, KOMPAS.com - Berkunjung ke Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Anda wajib mengunjungi landmark kotanya yakni Villa Yuliana. Gedung yang dibangun bangsa kolonial tersebut bertengger di puncak bukit Watansoppeng, ibu kota Kabupaten Soppeng. Villa Yuliana dibangun sebagai persembahan bangsa kolonial kepada putri Ratu Wilhelmina.

Sebagai landmark, tentunya bangunan cantik tersebut berada di pusat kota. Villa Yuliana tepat berada di Jalan Pengayoman No 1. Jika Anda dari Makassar, perjalanan darat ditempuh sekitar 179 kilometer menuju tempat ini.

Meski Anda dapat mengunjunginya setiap hari sepanjang jam kerja, tetapi waktu terbaik ialah siang menjelang sore. Anda akan melihat guratan senja di langit yang menyejukkan dengan kelelawar yang berkeliaran di pusat kota.

Villa Yuliana berada di puncak bukit, dikelilingi taman kota dengan berbagai jenis bunga yang indah. Saat KompasTravel berkunjung pada Kamis (24/11/2016) ,sedang dibangun fasilitas taman seperti tempat duduk dan dekorasi lampu taman.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Jantung kota Soppeng dilihat dari atas Villa Yuliana.
Villa Yuliana dulu adalah penginapan, dengan satu kamar di lantai bawah dan dua kamar di lantai atas. Menurut Didot, petugas dinas pariwisata yang menjadi koordinator vila tersebut, Villa Yuliana dibangun dengan akulturasi arsitektur Eropa yang megah dan rumah adat Bugis.

Saat ini bangunan yang sangat terjaga keasliannya tersebut berfungsi sebagai Museum Daerah Latemmamala Soppeng. Wisatawan dapat melihat berbagai koleksi, mulai dari penemuan arkeologi peradaban purba di Soppeng ribuan tahun lalu, hingga koleksi kerajaan.

Salah satu yang menakjubkan, terdapat bukti-bukti yang mendukung bahwa Soppeng salah satu tempat yang memiliki peradaban kuno selain Sangiran, Sragen. Seperti kapak genggam, pecahan senjata purba dari zaman ke zaman, hingga hewan purba seperti gajah Celebes, babi rusa dan anoa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rangka gajah Celebes yang ada disini merupakan gajah purba endemik. Postur tubuh yang lebih kecil seperti kerbau tidak ditemukan peninggalan fosilnya di daerah lain di Indonesia.

“Gajah Sulawesi ini ditemukan di Cabbenge, Soppeng, berusia sekitar 180.000 tahun. Tempat penemuannya itu selalu disebutkan dalam literatur purba sebagai salah satu peradaban tertua di Indonesia,” ujar Didot.

Wisatawan dapat berkunjung setiap hari dari Senin hingga Sabtu pukul 08.00-15.00 WITA. Pelajar sekolah cukup membayar tiket Rp 1.000, dan Rp 2.000 jika Anda wisatawan umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.