Kompas.com - 04/12/2016, 10:02 WIB
Jalur pendakian setelah Pos Pondok Kandis yang longsor akibat gempa Gunung Kinabalu Juli 2015 lalu dilihat pada Senin (21/11/2016). Dulu jalur di foto tersebut lebih lebar pada saat sebelum gempa. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOJalur pendakian setelah Pos Pondok Kandis yang longsor akibat gempa Gunung Kinabalu Juli 2015 lalu dilihat pada Senin (21/11/2016). Dulu jalur di foto tersebut lebih lebar pada saat sebelum gempa.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

KINABALU, KOMPAS.com – Gunung Kinabalu yang berlokasi di Sabah, Malaysia, adalah salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara. Puncaknya berada di ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Manajemen pengelolaan Gunung Kinabalu terbukti menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi pendaki. Hal itu tercermin dari tersedianya pos-pos pendakian, pembatasan kuota pendaki, adanya petugas gunung, pemandu, sampai sistem pendakian yang berlaku.

Pengelolaan Gunung Kinabalu berada di bawah manajemen Kinabalu Park. Ini adalah adalah salah satu kawasan konservasi berstatus taman nasional yang dinaungi oleh badan konservasi Sabah Parks.

KompasTravel sempat mendaki Gunung Kinabalu beberapa waktu lalu atas undangan Sabah Tourism Board. KompasTravel memiliki beberapa catatan khusus tentang pengelolaan Gunung Kinabalu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Dua pendaki asal Indonesia tengah menyusuri jalur pendakian Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016).
Pertama, dari segi kuota pendakian. Pemandu wisata yang menemani KompasTravel mendaki Gunung Kinabalu, Bobby Wesley mengatakan bahwa saat ini pihak Taman Nasional Gunung Kinabalu membatasi jumlah pendaki sebanyak 120 orang per hari.

Pembatasan kuota tersebut, lanjut Bobby, ditujukan untuk mengantisipasi kerusakan alam Gunung Kinabalu serta berkaitan dengan faktor keamanan pendakian. Jumlah tersebut juga sesuai dengan jumlah kamar yang tersedia di area Panar Laban.

Panar Laban adalah area peristirahatan yang berada di ketinggian 3.272 mdpl. Pihak Taman Nasional Kinabalu mengharuskan pendaki untuk bermalam di beberapa penginapan di area Panar Laban sebelum mencapai puncak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian. Kerennya, pos-pos tersebut dilengkapi oleh air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa me-refill botol minum dengan air gunung.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki asal Indonesia berada di Pondok Kandis, Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian yang lengkap dengan air minum, toilet, informasi kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki bisa mengisi ulang air minum yang berasal dari gunung.
Adapun pos pendakian Gunung Kinabalu terdiri dari Timpohon, Pondok Kandis, Pondok Ubah, Pondok Lowii, Pondok Mempening, Layang-Layang, Villose, Paka Shelter, Laban Rata, dan Sayat-Sayat. Setiap pos dibuat dengan jarak sekitar 0,5 – 1 kilometer.

“Kalau tandu ditaruh setiap pos supaya kalau ada keadaan darurat bisa cepat reaksi,” kata Bobby.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.