Melihat Gunung Fuji melalui Kereta Gantung

Kompas.com - 05/12/2016, 11:41 WIB
Gunung Fuji dilihat dari puncak Tenjo di Prefektur Yamanashi, Jepang, Rabu (30/11/2016). Untuk mencapai puncak tersedia kereta gantung Kachi Kachi Yama Ropeway. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAGunung Fuji dilihat dari puncak Tenjo di Prefektur Yamanashi, Jepang, Rabu (30/11/2016). Untuk mencapai puncak tersedia kereta gantung Kachi Kachi Yama Ropeway.
|
EditorI Made Asdhiana

FUJIYOSHIDA, KOMPAS.com - Ada berbagai cara menikmati keindahan Gunung Fuji di Jepang. Keindahan Gunung dengan ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke negeri sakura.

Di Prefektur Yamanashi, salah satu cara paling praktis menyaksikan Gunung Fuji tanpa perlu menguras tenaga mendaki bukit adalah menggunakan kereta gantung.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Loket Kachi Kachi Yama Ropeway di prefektur Yamanashi, jepang, Rabu (30/11/2016). Menggunakan kereta gantung wisatawan diajak menikmati keindahan Gunung Fuji.
Inilah yang ditawarkan Kachi Kachi Yama Ropeway bagi wisatawan untuk menikmati Gunung Fuji di dataran tinggi.

(BACA: Gunung Fuji, Pesonamu Menyihir Wisatawan)

Anda hanya perlu menuju Kawaguchiko Tenjo-yama Park. Dari sini berjalan kaki dan sedikit naik tangga menuju stasiun kereta gantung.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Tiket Kachi Kachi Yama Ropeway untuk menuju puncak menikmati panorama Gunung Fuji di prefektur Yamanashi, Jepang, Rabu (30/11/2016).
Tarif kereta gantung 800 yen untuk pulang-pergi dan 400 yen sekali jalan. Untuk anak muda biasanya pulangnya mereka jalan kaki menuruni pegunungan.

Butuh waktu sekitar 5 menit dari stasiun Kohan (di bawah) menuju stasiun Fujimidai di puncak Tenjo. Dari ketinggian 1.075 mdpl inilah wisatawan bisa sepuasnya menatap Gunung Fuji.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di kereta gantung Kachi Kachi Yama Ropeway untuk menikmati panorama Gunung Fuji di prefektur Yamanashi, Jepang, Rabu (30/11/2016).
Saat memasuki kereta gantung, segeralah ambil posisi ke arah Danau Kawaguchiko. Begitu kereta gantung mulai berjalan, danau dengan jembatan di tengah-tengahnya itu jangan sampai terlewatkan untuk diabadikan.

Sayang, Rabu (30/11/2016) siang itu, Gunung Fuji tertutup awan. Bahkan sinar matahari agak mengganggu kesempatan menatap Gunung Fuji yang diselimuti salju. Ditambah lagi awan yang menutupi gunung tersebut.

"Paling bagus melihat Gunung Fuji di pagi hari. Terlihat cerah berlatar belakang langit biru," kata Nomoto Takayuki selaku Managing Director SMI Travel Indonesia kepada KompasTravel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X