Kompas.com - 11/12/2016, 17:18 WIB
Turis kapal pesiar MS Rotterdam berbincang-bincang dengan penduduk di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (19/2/2015). KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANTuris kapal pesiar MS Rotterdam berbincang-bincang dengan penduduk di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (19/2/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski memiliki tugas yang serupa, ada perbedaan antara tour leader dan guide (pemandu wisata). Pemandu wisata adalah orang yang menerangkan seluk-beluk sebuah destinasi. Sementara tour leader adalah orang yang menggiring dan menjadi penanggung jawab rombongan wisatawan.

"Terkadang tour leader bisa menjadi pemandu, juga sebaliknya," tutur Founder Tourism Training Centre (TTC), Tedjo Iskandar dalam seminar bertajuk The Power of Guerilla Tourism & Hospitality Networking yang digelar di Ballroom Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

(BACA: Cerita Unik Pemandu Wisata Lokal soal Turis Asing di Raja Ampat)

Menjadi tour leader, seseorang harus pintar membawa suasana. Tedjo memberi contoh beberapa aktivitas yang bisa dilakukan tour leader saat rombongan berada dalam bus.

"Di dalam bus tour leader harus membawa suasana agar wisatawan tidak bosan. Misal dia bisa memberi informasi (guiding), melontarkan beberapa candaan sopan, melakukan permainan, memainkan musik dan video, berbincang, sampai bernyanyi," paparnya.

Tedjo yang telah malang-melintang di dunia travel agent dan pariwisata itu kemudian memberi contoh. Beberapa permainan atau games yang bisa dilakukan antara lain ID Card dan shopping bills.

"Mudah saja. Misal, tour leader bisa minta anggota rombongan untuk mengumpulkan semua kartu dengan nama mereka. KTP, SIM, STNK, kartu debit, kartu kredit, semuanya," tuturnya.

Sementara permainan shopping bills biasa dilakukan usai wisatawan berbelanja. Caranya, lanjut Tedjo, dengan mengumpulkan bon belanja. Peserta dengan bon belanja terbanyak, dialah yang menang.

Pada kesempatan yang sama, Rudiana Jones selaku Founder Indonesian Tour Leaders Association (ITLA) & Wita Tour juga mengungkapkan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan seorang tour leader.

"Pertama, harus menghargai privasi rombongan. Tidak boleh asal posting Facebook atau media sosial, terutama jika tamunya orang penting. Kedua, tidak boleh berpolitik saat bertugas," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X