Kompas.com - 18/12/2016, 14:28 WIB
Museum Kereta Ambarawa yang sudah berusia 143 tahun di 2016 ini memiliki 28 lokomotif tua. KOMPAS.com/Muhammad Irzal AdiakurniaMuseum Kereta Ambarawa yang sudah berusia 143 tahun di 2016 ini memiliki 28 lokomotif tua.
|
EditorI Made Asdhiana

AMBARAWA, KOMPAS.com - Jika Anda berwisata ke Ambarawa, mencoba perjalanan kereta berusia ratusan tahun bisa menjadi opsi wisata mengasyikkan selama liburan. Suara mesin yang bergemuruh, gerbong yang terasa bergoyang, hingga arsitektur tuanya menjadi sensasi tersendiri.

Museum Kereta Ambarawa yang sudah berusia 143 tahun pada 2016 ini memiliki 28 lokomotif tua, tetapi yang dioperasionalkan bagi wisatawan hanya dua unit. KompasTravel berkesempatan mengunjungi Museum Kereta Ambarawa dan mengikuti perjalanan Ambarawa-Tuntang saat mediatrip Hotel GranDhika Semarang, Sabtu (17/12/2016).

Pukul 09.00 WIB, kepala stasiun Rahmayandi telah mempersiapkan lokomotif diselnya, memanaskan mesin untuk dipakai perjalanan wisata satu jam kemudian. Lokomotif yang dinaiki KompasTravel berseri D30124 buatan pabrik Fried Krupp, Jerman yang sejak 1962 beroperasi di Indonesia.

Di ujung gerbon tertulis menggunakan bahasa Inggris, bahwa lokomotif masih menggunakan rem manual atau rem tangan, dengan roda atau gir yang diberi oli secara manual.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Lokomotif uap B 5112 yang melintasi Danau Rawa Pening di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menarik gerbong kereta wisata dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang, Sabtu (24/9/2016). Lokomotif buatan pabrik Hannoversche Maschinenbau AG di Jerman tahun 1902 itu menjadi salah satu daya tarik wisata utama Museum Kereta Api Ambarawa.
Dengan kecepatan maksimum hanya 4 km/jam, lokomotif kuning tersebut meninggalkan stasiun tepat pukul 10.00 WIB untuk tur pertamanya. Begitu meninggalkan stasiun terlihat pemandangan tiga gunung yang memagari Jawa Tengah, yaitu Gunung Kelir, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merbabu.

Hamparan sawah dan perkebunan warga juga menyapa wisatawan di awal perjalanannya. Sudono, salah satu ahli sejarah perkeretaapian di Museum Kereta Ambarawa pun menjadi tour guide perjalanan, dan menjelaskan tiap-tiap yang dilalui kereta lawas tersebut.

“Selamat pagi, perjalanan kita kali ini merupakan perjalanan pertama dari Ambarawa-Tuntang. Dengan lokomotif D30124 diesel, menempuh jarak tujuh kilometer dengan lama perjalanan satu jam pp,” ujarnya.

Salah satu pemandangan yang khas di perjalanan ini ialah melintasi salah satu destinasi wisata favorit lainnya di Ambarawa, yaitu Danau Rawa Pening. Berbeda dengan perjalanan Ambarawa-Bedono yang melintasi perbukitan kaki Gunung Ungaran dan Merbabu.

Diawali penorama Kampung Rawa, yan merupakan salah satu bagian kawasan Rawa Pening, dengan pemandangan danau biru ditaburi hijaunya eceng gondok. Keramahan penduduk yang keluar dari rumah-rumah apungnya pun menyapa wisatawan yang ada di kereta.

Meski lokomotif diesel, kepulan asap tebal yang membubung ke langit tetap banyak, dan membuat kesan “klasik” makin terasa. Ditambah gerbong yang masih orisinil, sehingga terasa goyangan-goyangan alami saat kereta melintasi trek tertentu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.