Kompas.com - 19/12/2016, 16:09 WIB
Lorong penjual oleh-oleh di Pasar Klewer, Sabtu (23/7/2016). Wisatawan bisa menemukan aneka oleh-oleh jajanan di Blok D Pasar Klewer Sementara. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOLorong penjual oleh-oleh di Pasar Klewer, Sabtu (23/7/2016). Wisatawan bisa menemukan aneka oleh-oleh jajanan di Blok D Pasar Klewer Sementara.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - "Oleh-oleh ya" atau "Nitip makanan daerah dong". Mungkin kata-kata itu sering didapati saat Anda pergi liburan ke suatu tempat baik sebelum pergi maupun di media sosial.

Responsnya biasa bervariasi, mulai dari sekadar basa-basi, senang, atau bahkan bisa membuat kesal dan menghancurkan mood Anda liburan.

"Saya gak pernah beliin oleh-oleh. Malas. Dari awal saya sudah bilang, saya gak terima titipan oleh-oleh. Habis kalau nitip oleh-oleh suka gak kira-kira banyaknya. Tapi kalau nitipnya barang yang gampang dicari dan kuantitasnya sedikit sih saya beli," kata seorang netizen asal Depok, Galuh Sakti Bandini, dalam pesan Facebook kepada KompasTravel, Minggu (18/12/2016).

(BACA: Pernahkah Anda Merasa Lelah Dititipkan Oleh-oleh?)

Lalu apa yang perlu diperhatikan ketika menitip oleh-oleh kepada rekan Anda? Berikut tips dari penulis buku The Naked Traveler, Ade Perucha Hutagaol atau lebih dikenal dengan nama pena Trinity Traveler.

"Kalau mau titip oleh-oleh, dia harus tahu oleh-oleh apa yang mau dititip. Jangan sampai menyusahkan jalan-jalan yang pergi," kata Trinity kepada KompasTravel seusai acara Konferensi Pers Blue Band Master Oleh-Oleh di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Setiap libur Lebaran, kota ini dipadati oleh para pemudik tujuan Cirebon, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur, pusat oleh-oleh punkerap dipadati wisatawan yang singgah.
Trinity menyebut seorang penitip oleh-oleh harus tahu rencana perjalanan orang yang akan dititipkan. Selain itu, penitip harus tahu di mana tempat membeli dan harga oleh-oleh yang akan dibeli.

"Jadi sudah riset apa yang beli. Karena yang dititipkan bisa marah," katanya.

Uang untuk membeli oleh-oleh, menurut Trinity, bisa dilakukan berdasarkan kesepakatan. Uang bisa diberikan sebelum yang dititipkan pergi atau setelah tiba kembali di Indonesia.

"Tentu juga gak beli sampai yang kelebihan bagasi (di pesawat). Lihat kapasitas bagasi juga," ujar Trinity.

Penitip oleh-oleh juga sebaiknya jangan sungkan untuk berkomunikasi. Lebih baik bertanya kepada orang yang dititipkan terkait ketersediaan untuk membeli oleh-oleh.

"Misalnya, 'Kalau ada waktu ya', karena itu oleh-oleh ada di kota sebelumnya. Tidak memaksakan dan tahu kondisi juga," tutup Trinity.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X