Kompas.com - 21/12/2016, 07:11 WIB
Tumpukan sampah di Lembah Suryakencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Minggu (5/4/2015). Didot Gede PangrangoTumpukan sampah di Lembah Suryakencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Minggu (5/4/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat melarang pendaki membawa air minum dalam kemasan (AMDK) sekali pakai dan tisu basah mulai 1 April 2017. Hal itu lantaran membeludaknya sampah di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

"Larangan itu akan diberlakukan pada 1 April 2017. Nanti masa percobaan 1 bulan mulai 1 April sampai 1 Mei. Selama tiga bulan ini kami sedang sosialisasi dulu," kata Kepala Seksi Wilayah 1 TNGGP Ardi Andono saat dihubungi KompasTravel di Jakarta, Selasa (20/12/2016) siang.

(BACA: Ini Syarat Mendaki Gunung Gede Pangrango Lewat Rute Selabintana)

Ia menyebut larangan tersebut berlaku bagi pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melalui tiga jalur pendakian resmi yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Salabintana.

"Nanti di pintu pendakian, petugas akan periksa. Kalau bawa botol air minum kemasan dan tisu basah, tidak bisa naik. Untuk ganti air minum dalam botol kemasan, bisa bawa hidropack atau botol-botol minum pribadi," jelasnya.

Menurutnya, jumlah sampah seperti air minum dalam kemasan sekali pakai di area TNGGP berkontribusi lebih dari 50 persen. Berdasarkan data sampah TNGGP, Ardi menyebut 63 persen sampah di area TNGGP adalah sampah AMDK sekali pakai.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Para pendaki di Lembah Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Minggu (13/11/2016).
"Kami melakukan kajian dari tingkah laku pendaki kemudian sampai memilah sampah. Dari memilah sampah, jumlah-jumlah botol itu 63 persen dari total sampah di atas maupun di bawah (Gunung Gede dan Pangrango). Itu dari dari teman-teman yang operasi bersih gunung selama tahun 2015," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, tisu basah juga menjadi masalah yang tak lepas dari kegiatan pendakian di TNGPP. Menurut Ardi, tisu basah banyak digunakan oleh pendaki untuk membersihkan diri setelah buang air besar maupun kecil.

"Tisu basah, sudah banyak di sana (TNGGP). Kalau kita operasi bersih, 'jebakan batman' banyak. Mau diambil jijik. Itu tisu basah banyak penyakitnya. Seharusnya ditimbun, malah dilempar ke sungai. Sekarang juga trennya kencing di botol dan ditinggal di atas. Mau ambil juga jijik," tambahnya.

Ardi menjelaskan selama ini sampah-sampah AMDK banyak diangkut oleh masyarakat sekitar kawasan TNGPP. Hal itu dilakukan demi bisa menjual sampah-sampah AMDK itu dan mendapat uang.

KOMPAS/HARRY SUSILO Hamparan tanaman edelweis di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat, Minggu (6/12/2015).
"Masyarakat mau ke atas mau pungut itu botol plastik, karena bisa dijual. Kita akui itu membantu (TNGGP).  Namun, itu tidak mendidik bagi pendakinya," jelas Ardi.

Dengan adanya peraturan ini, Ardi berharap pihak TNGGP bisa ikut mengedukasi pendaki tentang sampah AMDK dan tisu basah. Diharapkan kawasan TNGGP bisa lebih bersih setelah penerapan larangan sampah AMDK dan tisu basah itu.

"Itu sampah kan dinamis, kalau kita tidak ada upaya preventif, selalu naik turun operasi bersih, tak akan bersih," ujarnya.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menawarkan wisata pendakian ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Gunung Gede dan Pangrango terletak tak jauh dari kawasan Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Tangerang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

Travel Update
Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Travel Update
Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Travel Update
Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Jalan Jalan
Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Jalan Jalan
Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Jalan Jalan
NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

Travel Update
5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

Travel Update
Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Travel Update
Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Travel Update
Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Travel Update
Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Jalan Jalan
5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X