Tahun 2017, Wisatawan "Greater China" Masih Jadi Tumpuan Indonesia

Kompas.com - 22/12/2016, 17:27 WIB
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyambut rombongan turis asal Tiongkok, di Manado, September 2016 lalu. KOMPAS/JEAN RIZAL LAYUCKGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyambut rombongan turis asal Tiongkok, di Manado, September 2016 lalu.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan dari negara-negara sekitar China (Greater China) tetap menjadi target utama wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2017. Hal itu terlihat dari rencana kerja Kementerian Pariwisata tahun 2017.

Berdasarkan paparan presentasi Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata, Rabu (21/12/2016), tercatat target-target negara yang disasar oleh Kementerian Pariwisata. Negara-negara Greater China ditargetkan sebanyak 2.453.000 orang.

Negara-negara Greater China terdiri dari China, Taiwan, dan Hongkong. China ditargetkan bisa menyumbang wisman sebanyak 2.037.000 orang, Taiwan sebanyak 284.000 orang, dan Hongkong 132.000 orang.

Di bawah negara-negara Greater China, ada Singapura sebanyak 2.275.000 orang. Selanjutnya diikuti oleh negara-negara di wilayah Eropa sebanyak 2.198.000 orang.

(BACA: Indonesia, "The Famous Next Destination" dari China Travel and Leisure)

Negara-negara Eropa terdiri dari Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, dan negara-negara Eropa lainnya. Untuk pasar wisman asal Malaysia sebanyak 1.772.000 orang dan Australia sebanyak 1.816.000 orang.

Adapun negara-negara target lainnya seperti dari wilayah Timur Tengah, Jepang, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Filipina, Thailand, dan pasar-pasar lainnya.

Kementerian Pariwisata sendiri telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2017 sebanyak 15 juta orang. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata.

"2017, target kunjungan wisatawan mancanegara 15 juta," tegas Arief.

Pada tahun 2016, kunjungan wisman asal China mengalami peningkatan pesat. Seperti pada bulan Mei 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman China mengalami lonjakan sebanyak 32.925 dibandingkan bulan Mei 2015.

Sementara pada bulan Oktober 2016, BPS Provinsi Bali mencatat wisatawan asal China berada pada peringkat kedua setelah Australia. Jumlah wisatawan China yang berlibur ke Bali bulan Oktober 2016 sebanyak 78.604 orang.

"Saat ini wisman China telah menjadi wisman prioritas kita, demikian ke depannya. Jumlah wisman China ke luar negeri lebih dari 100 juta per tahun. Jadi untuk menggaet lima persen atau lima juta untuk tahun 2019 seharusnya dapat kita lakukan, asal anggaran tidak dipotong," kata Arief saat dihubungi KompasTravel, Mei lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Sejarah Makan Daging Anjing di China, Bukan Tradisi?

Whats Hot
Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Imbas Wabah Corona, Kucing dan Rakun di Kafe Hewan Seoul Kesepian

Jalan Jalan
Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Pengalaman Bikin Dalgona Coffee Tanpa Mixer, Pakai Saringan Sederhana

Travel Tips
InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

InterContinental Bali Resort Bikin Masker Sendiri, Berikan ke Pegawai dan Warga

Whats Hot
Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Ngopi di Rumah? Coba Resep Baru Ini, Kopi Campur Kunyit

Makan Makan
Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Turis Berkurang karena Corona, Gajah Thailand Alami Kelaparan

Jalan Jalan
Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Bandara Soetta Sediakan 270 Parking Stand untuk Tempat Parkir Pesawat

Whats Hot
Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Simak, Cara Permintaan Pembatalan dan Refund di Tiket.com

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

[POPULER TRAVEL] Simpan Telur di Dalam Freezer | Alasan Teripang Mahal

Whats Hot
11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

11 Inisiatif Restoran Terbaik Dunia Saat Pandemi Covid-19, dari Bagi Makanan sampai Bikin Petisi

Makan Makan
Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Kunjungan Turis Asing ke Bali Menurun, Nyaris Sudah Tidak Ada Tamu

Whats Hot
Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Mesin Penyemprot Disinfektan ke Bagasi Hadir di Bandara Soekarno Hatta dan 18 Bandara Lain

Whats Hot
KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

KBRI di Washington Imbau Turis Indonesia di AS Cepat Pulang ke Tanah Air

Whats Hot
Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Amerika Serikat Tunda Penerbitan Paspor Baru, Kecuali Urusan Darurat Kesehatan

Whats Hot
Layanan Buat Paspor Baru di Ditjen Imigrasi Indonesia Ditangguhkan Sementara Waktu

Layanan Buat Paspor Baru di Ditjen Imigrasi Indonesia Ditangguhkan Sementara Waktu

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X