Kompas.com - 27/12/2016, 15:03 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

UBUD, KOMPAS.com - Merek perhiasan John Hardy muncul ketika John Hardy, seorang seniman asal Kanada, menyambangi Bali pada 1970-an. Di Pulau Dewata ia menemukan ketenangan dan inspirasi, terutama dari para seniman yang membuat perhiasan khas lokal menggunakan tangan.

John Hardy langsung jatuh cinta pada Bali. Ia kemudian menetap di Ubud, dan mengajak beberapa seniman untuk membuat perhiasan handmade kualitas tinggi. Hasilnya adalah deretan perhiasan yang exceptional, diekspor ke beberapa negara, dipajang di butik-butik mewah kelas dunia.

"(Perhiasan) John Hardy dijual di beberapa toko mewah seperti 5th Avenue di New York, Hongkong, Rusia, juga negara-negara Eropa," tutur Director of Heritage, Hospitality, and Public Affairs John Hardy, Polly Purser kepada KompasTravel saat menyambangi lokasi workshop John Hardy di Ubud, Bali, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Tempat workshop John Hardy berlokasi di Br Baturning No 1, Desa Mambal, Abiansemal, Badung 80352.
Tempat workshop tersebut berlokasi di Banjar Baturning No 1, Desa Mambal, Abiansemal, Badung 80352. Di dalam area dua hektar, wisatawan bisa melihat tempat para seniman mengerjakan semua perhiasan berkualitas tinggi di bawah label John Hardy.

"Desain kami terinspirasi oleh alam, juga hewan-hewan mistis dan legenda," tambah Polly.

Benar saja. Begitu memasuki tempat workshop, Anda akan disambut oleh ruangan dengan instalasi yang memajang deretan perhiasan khas John Hardy. Gelang, kalung, anting, cincin, dan berbagai perhiasan lainnya sungguh memikat mata. Gelang perak dengan ujung berbentuk kepala naga adalah salah satu trademark John Hardy.

BACA JUGA: Di Bali, Ada Pohon Beringin Berusia Lebih dari 500 Tahun

Saya kemudian diajak berkeliling ke beberapa ruangan. Pertama adalah Design Room, yang dikelilingi kolam serta hijaunya sawah. Ini ditujukan agar para desainer bisa menggambar tanpa tekanan.

"Di sini kami benar-benar memikirkan kesehatan dan kenyamanan pekerja. Di balik hasil produk yang baik, ada kesenangan karyawan yang tinggi," tutur Polly.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Pembuatan desain semua produk John Hardy sama sekali tidak menggunakan komputer. Penggambaran dan pewarnaan dilakukan dengan tangan. Gambar tersebut dibuat di atas kertas dengan skala 1:1, alias sama seperti ukuran aslinya.
Salah satu buktinya adalah sebuah meja panjang di dekat Design Room. Long Table, begitu para pekerja menyebutnya, menjadi tempat makan siang bersama para pekerja di John Hardy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Terkenal dengan Sunset Berwarna Merah

Jalan Jalan
Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Turis Indonesia Paling Banyak Kunjungi Singapura pada April 2022

Travel Update
Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Menjelajahi Alam di Rahong Utara NTT, Menikmati Air Terjun Cunca Lega

Jalan Jalan
Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Paket Rp 9,8 Juta ke Korsel buat Fans K-Pop dan K-Drama

Travel Promo
4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

4 Rekomendasi Museum di Yogyakarta, Sayang untuk Dilewatkan

Jalan Jalan
Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Riset: Pengeluaran Turis Kini Lebih Banyak untuk Beli Pengalaman daripada Barang

Travel Update
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Trekking dan Hiking

Travel Tips
Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Persiapan AVPN Conference Juni 2022 Capai 80 Persen

Travel Update
Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

Jadi Lokasi G20, Jangan Lupa Mampir ke 3 Spot Berikut Saat Liburan di Nusa Dua

BrandzView
Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Aturan Covid-19 Dilonggarkan, Okupansi Hotel di Kabupaten Semarang Terus Naik

Travel Update
Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Keris dari Desa Aeng Tong-tong Jadi Suvenir Side Event G20

Travel Update
Panduan Naik Bus Wisata Transjakarta, Rute hingga Jam Operasional

Panduan Naik Bus Wisata Transjakarta, Rute hingga Jam Operasional

Jalan Jalan
Singapore Tourism Board Kerja Sama dengan Traveloka dan Trans Digital Media

Singapore Tourism Board Kerja Sama dengan Traveloka dan Trans Digital Media

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.