Kompas.com - 29/12/2016, 17:23 WIB
Wisatawan asing di rumah adat Flores di Desa Jopu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisatawan asing di rumah adat Flores di Desa Jopu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/6/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda tak pernah tahu dengan siapa akan bertemu, termasuk saat duduk di bangku pesawat, kereta api, atau saat traveling.

Orang asing yang Anda temui saat traveling bisa jadi akan menjadi teman, rekan binis, atau bahkan pasangan Anda.

Sebelum berkenalan dengan orang asing, ada beberapa etika yang harus diperhatikan untuk memulai pembicaraan dengan teman sebangku Anda.

"Penting untuk mengobrol dengan topik berbagi pengalaman. Misalnya keterlambatan perjalanan, makanan yang buruk, AC yang sangat dingin, atau tuberlensi dapat memecah keheningan," kata psikolog, Judi James.

Apabila memiliki ketertarikan dalam romansa, James juga mengatakan ada trik khusus untuk mendekati orang yang tak Anda kenal dan temui saat perjalanan.

"Kalau ada ketertarikan harus serba hati-hati. Duduk di sebelah orang tersebut justru adalah posisi flirting yang buruk, membuat orang tersebut tak nyaman. Posisi tersebut juga tak memberi sudut yang baik bagi penampilan Anda," kata James.

Untuk itu ia menyarankan duduk atau berdiri saling berseberangan adalah posisi terbaik, kemudian beri kontak mata beberapa detik lebih lama dari yang biasa, dan lihat apakah orang tersebut memberi kontak mata seperti Anda.

Jika ya, itu berarti sinyal untuk memulai kenalan. Untuk melancarkan perkenalan Anda, munculkan obrolan ringan yang humoris. Humor, menurut James adalah cara terbaik untuk flirting.

Sebaliknya apabila Anda justru ingin menghindar dari obrolan orang asing saat di perjalanan yang membuat Anda tak nyaman, ada caranya.

TRIBUNNEWS / HERUDIN Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 8,8 juta orang atau meningkat 9 persen dibandingkan 2013. Sementara di Singapura, negara berpenduduk 2,7 juta jiwa, kunjungan wisman mencapai 11 juta per tahun. Sektor pariwisata mampu berkontribusi 4 persen dari PDB nasional dengan penerimaan devisa senilai 10 miliar dolar AS atau naik 9,8 persen dibanding 2013.
"Pasang ekspresi sangat datar dengan menghindari kontak mata, tak fokus pada benda apa pun, dan pandangan mengawang seperti ke angkasa. Memang membuat wajah terlihat menyedihkan, tetapi itu adalah teknik bertahan kadal agar tak diserang oleh ular," kata James.

Cara selanjutnya adalah sibuk dengan gadget. Seolah-olah ada hal penting yang harus Anda lakukan lewat gadget Anda.

James juga mengatakan kesalahan terbesar saat berkomunikasi dengan orang asing di perjalanan adalah terus menatap, mencoba kontak mata dengan orang asing tersebut, terlalu banyak bertanya, dan menyentuh orang yang baru Anda kenal. Jangan pernah lakukan hal tersebut.



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X