Dua Srikandi Indonesia Kibarkan Merah Putih di Puncak Antartika

Kompas.com - 05/01/2017, 16:53 WIB
Gunung Vinson Massif di Benua Antartika. Dok. Mahitala UnparGunung Vinson Massif di Benua Antartika.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pendaki perempuan asal Indonesia berhasil mengibarkan bendera Indonesia di puncak Gunung Vinson Massif, Benua Antartika. Mereka adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) yang tergabung dalam Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MAHITALA-UNPAR (WISSEMU).

Siaran pers Mahitala Unpar menyebutkan tim berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih pada Rabu, 4 Januari 2017 pukul 23.48 waktu setempat atau Kamis, 5 Januari 2017 pukul 09.48 WIB. Kabar keberhasilan tim Mahitala Unpar datang dari salah satu pendaki Tim WISSEMU, Mathilda Dwi Lestari yang memberikan kabar dari High Camp via telepon satelit pukul 12.38 WIB hari itu.

“Keberhasilan mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi Antartika merupakan persembahan bagi persatuan Bangsa Indonesia,” cerita Mathilda dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

Tim pendaki perempuan tersebut memulai perjalanan pendakian Gunung Vinson Massif sejak tanggal 1 Januari 2017. Total perjalanan hingga tim mencapai puncak Vinson Massif adalah empat hari.

Tim disebut sempat singgah dan beristirahat di Low Camp pada ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tim lalu melanjutkan aklimatisasi sekaligus membawa sebagian barang bawaan ke High Camp (3.770 mdpl) keesokan harinya.

Dok. Mahitala Unpar Pendaki Mahitala Unpar di Gunung Vinson Massif.
Mahitala Unpar menyebut perjalanan menuju High camp tidak mudah. Suhu udara selama perjalanan mencapai -30°C disertai hujan salju. Elevasi berada pada 1.020 meter dan kemiringan medan mencapai 45 derajat, sehingga tim harus menggunakan bantuan fixed ropes ( tali pengaman di rute pendakian) untuk dapat sampai ke titik High Camp.

Perjalanan menuju puncak dari titik High Camp pun ditemani cuaca cerah. Namun angin kenjang dan hawa dingin dengan suhu udara mencapai -33°C yang membuat dingin terasa menusuk.

Dengan keberhasilan ini, Tim WISSEMU mencatatkan diri sebagai dua orang perempuan Indonesia pertama yang menapakkan kaki di Puncak Gunung Vinson Massif.

Rektor Universitas Katolik Parahyangan, Mangadar Situmorang memberikan  ucapan selamat kepada Tim WISSEMU.

“Selamat, sangat bangga dan bersyukur, saya mengucapkan terima kasih untuk berbagai pihak yang membantu dan mendoakan. Terimakasih telah mewujudkan mimpi Unpar dan bangsa Indonesia. Khususnya untuk membuktikan kepeloporan dan kejuangan perempuan Indonesia,” tambahnya.

Gunung Vinson Massif dengan ketinggian 4.892 mdpl adalah salah satu gunung tertinggi di tujuh puncak lempeng benua. Gunung-gunung tertinggi di benua lain antara lain Kilimanjaro, Everest, Elbrus, Carstensz, Aconcagua dan Denali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X