Kompas.com - 10/01/2017, 15:11 WIB
EditorI Made Asdhiana

(BACA: Begini Rasanya Naik Kapal Pelni Keliling Raja Ampat)

Biasanya, pemilik ulayat menjual tanahnya sangat murah karena minim informasi dan imingiming uang. Tahun 2000-an, berdasarkan investigasi Yayasan Telapak, 1 hektar tanah hanya dihargai satu pisang goreng.

Kini, Waisai, ibu kota Raja Ampat kian padat dibandingkan dengan ketika Kompas pertama mengunjungi tahun 2007. Pembangunan infrastruktur, permukiman, dan tempat usaha yang dikelola pendatang menjamur.

Pelepasan ulayat terkadang bermasalah dan berujung pengadilan. Orang Papua yang dilindungi UU Otonomi Khusus masih mudah melepas ulayatnya.

Raja Ampat, kabupaten muda pemekaran dari Sorong, mulai menunjukkan perhatian pada nasib orang asli Papua, khususnya kedaulatan adatnya terhadap laut dengan tetap menjalankan hukum negara. Perhatian pemda ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Piter Urbinas selama dua hari penuh dalam sidang Suku Maya.

”Kami dukung peraturan adat ini jadi peraturan daerah. Ini titik kecil bagi masyarakat asli Raja Ampat untuk mengelola sumber daya alamnya yang lain seperti hutan,” kata Urbinas.

Laut jadi prioritas karena 80 persen wilayah Raja Ampat merupakan laut yang tersohor sebagai surga penyelaman dunia. Sayangnya, masih ada perburuan hiu dan manta serta pengeboman ikan dan karang.

Meity Mongdong, Senior Manager Conservation International Indonesia mengatakan, peraturan adat itu akan menambah rasa memiliki masyarakat setempat. Semoga. (ICHWAN SUSANTO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Januari 2017, di halaman 5 dengan judul "Menanti Jadi Tuan di Laut Sendiri".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.