Kompas.com - 10/01/2017, 19:27 WIB
Kelompok karawitan Jogja Gangsa Nagari yang beranggotakan 44 mahasiswa dari 22 negara tampil menutup pentas gamelan Gebyar Gangsa Agung Prambanan, Minggu (4/12/2016) malam, di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Mereka diharapkan menjadi duta wisata Indonesia saat kembali ke negara masing-masing. KOMPAS/DIMAS WARADITYA NUGRAHAKelompok karawitan Jogja Gangsa Nagari yang beranggotakan 44 mahasiswa dari 22 negara tampil menutup pentas gamelan Gebyar Gangsa Agung Prambanan, Minggu (4/12/2016) malam, di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Mereka diharapkan menjadi duta wisata Indonesia saat kembali ke negara masing-masing.
EditorI Made Asdhiana

DI malam pergantian tahun 2016 ke 2017, Orlando Tessitore, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta asal Italia, menikmati hiruk-pikuk perayaan bersama warga lokal di kawasan Monumen Tugu Yogyakarta.

Sambil menanti datangnya tahun 2017, ia menceritakan pengalamannya di awal Desember saat berada di atas Panggung Kinara Kinari Ramayana Ballet Prambanan.

Di atas panggung berlatar Candi Prambanan, Orlando memainkan gambang dengan penuh konsentrasi. Di saat yang sama, Nguyen Thi Kha Van, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, bernyanyi mengikuti gamelan.

(BACA: I Made Terip, Guru Gamelan untuk Semua Bangsa)

Orlando, Thi Kha, dan 42 mahasiswa internasional lain yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menampilkan seni karawitan, kesenian musik yang mengemas perpaduan alat musik tradisional Jawa.

Grup karawitan bernama Jogja Gangsa Nagari ini menjadi penutup dalam pentas gamelan Gebyar Gangsa Agung Prambanan, Minggu, awal Desember lalu.

Anggota Grup Karawitan yang dibentuk pada 15 Oktober 2016 ini berasal dari 22 negara, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan Tanzania.

Mereka berstatus mahasiswa di empat perguruan tinggi di Yogyakarta, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(BACA: Tiga Budaya Indonesia Tampil pada Klip Video Coldplay Amazing Day)

Indro Suseno, penggagas Jogja Gangsa Nagari, membentuk grup karawitan ini atas kesadaran akan banyaknya mahasiswa asing di Kota Yogyakarta yang telah terpikat kebudayaan Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.