Kilas Balik Sejarah Melayu di Pulau Penyengat

Kompas.com - 24/01/2017, 10:48 WIB
Gurindam 12 di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (14/1/2017). Pulau Penyengat dikenal sebagai destinasi wisata religi dan wisata sejarah rumpun Melayu. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAGurindam 12 di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (14/1/2017). Pulau Penyengat dikenal sebagai destinasi wisata religi dan wisata sejarah rumpun Melayu.
|
EditorI Made Asdhiana

"Raja Ali Haji pujangga, sastrawan. Bila mengenang Sumpah Pemuda 1928, cikal bakal Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa Melayu, beliau Bapak Bahasa Melayunya," tutur Azis.

Di dalam komplek makam, ada enam dinding berisi dua dari 12 pasal Gurindam 12. Wisatawan dapat membaca isi Gurindam 12 sambil berkeliling area di dalam makam tersebut.

Gurindam 12 merupakan kumpulan pesan, nasihat tentang hidup, pemerintahan, dan hal lainnya dari manusia hidup sampai meninggal dunia.

Sebanyak 12 pasal dalam Gurindam 12 juga sebagai intisari dari Al Quran yang dipelajari Raja Ali Haji saat menimba ilmu di Arab Saudi.

Selain mengunjungi komplek makam, wisatawan bisa melihat bangunan adat Melayu dan masjid yang terbuat dari putih telur.

Pada akhir pekan, wisatawan yang berkunjung ke makam saja bisa mencapai 2.000 orang dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam.

"Sudah jadi anggapan umum kalau ke Tanjung Pinang, sudah ke tanah Melayu, ada yang kurang kalau belum ke Pulau Penyengat," ujar Azis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X