Bima Berupaya Membidik Wisatawan dari Komodo

Kompas.com - 25/01/2017, 21:48 WIB
Wisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015. KOMPAS/YOVITA ARIKAWisatawan berfoto di puncak bukit di Pulau Padar dengan latar belakang teluk-teluk yang ada di pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tersebut, 31 Agustus 2015.
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat, Indah Damayanti Putri menargetkan mampu menarik limpahan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, bisa singgah dan berwisata ke daerah itu.

"Untuk wisatawan kita tidak harap limpahan yang datang dari Bali atau Lombok. Tetapi kita kejar wisatawan dari Labuhan Bajo, Pulau Komodo, untuk singgah ke Bima. Karena secara geografis antara Bima dan Komodo berdekatan, hanya butuh waktu 2 jam dari Pelabuhan Sape," kata Indah Damayanti Putri pada Rapat Kerja Pariwisata NTB yang diikuti kabupaten/kota, pelaku industri pariwisata di Mataram, Selasa (24/1/2017).

(BACA: Lariti, Laut Terbelah Dua di Selatan Bima)

Indah Damayanti Putri yang akrab disapa Dinda mengatakan, pariwisata di kabupaten Bima sebetulnya tidak kalah dengan yang ada di Pulau Lombok.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (12/5/2014).
Hanya saja selama ini, terbatasnya aksesibilitas dan konektivitas menjadi penghambat kemajuan pariwisata di kabupaten paling ujung di NTB itu.

Selain persoalan aksesibilitas dan konektivitas, Kabupaten Bima dihadapkan pada persoalan keamanan dan kenyamanan. Terutama, soal banyaknya perkelahian antar-kampung.

Meski begitu, bupati menjamin keamanan wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

Untuk menghidupkan kepariwisataan di Kabupaten Bima, Dinda berharap pemerintah provinsi melalui pemerintah pusat dapat mendorong dibukanya kembali konektivitas penerbangan yang menghubungkan Bali, Bima, Labuan Bajo, yang telah lama terhenti.

KOMPAS/KHAERUL ANWAR Pantai Lariti di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai didatangi wisatawan. Perairan teluk ini terbelah menjadi dua ketika airnya surut dan tampak terumbu karang yang menjadi arena bermain bagi para pengunjung.
"Kalau bisa rute ini dibuka kembali, karena menjanjikan perkembangan yang luar biasa bagi pariwisata di Bima. Kami yakin kalau ini dibuka, minat wisatawan berkunjung ke Bima bisa lebih besar," katanya.

Bupati Bima berharap ke depan perkembangan infrastruktur pariwisata tidak lagi hanya terpusat di Pulau Lombok, melainkan juga di Pulau Sumbawa, khususnya di Kabupaten Bima. Pasalnya, Kabupaten Bima merupakan pintu gerbang Provinsi NTB di sebelah timur.

"Kita harap ada warna bagi pariwisata NTB," tambah Dinda.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber ANTARA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X