Kompas.com - 06/02/2017, 15:16 WIB
Foto pertama berasal dari postingan seorang pengguna Facebook bernama Norm Vant Hoff. Postingan itu diunggahnya pada 1 Desember 2016. FACEBOOK/STAY RAJA AMPATFoto pertama berasal dari postingan seorang pengguna Facebook bernama Norm Vant Hoff. Postingan itu diunggahnya pada 1 Desember 2016.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan lalu, jagat media sosial diramaikan dengan beredarnya tiga foto yang diunggah akun Facebook Stay Raja Ampat. Foto-foto tersebut menunjukkan vandalisme pada tiga koral berbeda di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Orang yang mengunggah tiga foto tersebut adalah Doug Meikle, seorang warga negara Australia yang tinggal di Raja Ampat. Doug menjelaskan bahwa foto pertama diambilnya dari posting seorang pengguna Facebook bernama Norm Van’t Hoff dan ditayangkan di Facebook pada 1 Desember 2016.

“Saya tidak tahu pasti kapan koral rusak itu ditemukan. Jika Anda melihat dari komentar di postingan tersebut, sepertinya banyak orang yang sudah melihatnya terlebih dahulu. Tampaknya pertama ditemukan antara Oktober hingga Desember tahun lalu,” tutur Doug yang menjadi admin Facebook dan situs resmi Stay Raja Ampat kepada KompasTravel.

BACA JUGA: Ketika Vandalisme Terpahat di Koral Raja Ampat

Vandalisme tersebut menarik perhatian netizen yang tentu menyayangkan kejadian itu. Terumbu karang sendiri merupakan makhluk hidup yang menjadi bagian ekosistem laut.

FACEBOOK/STAY RAJA AMPAT Beberapa foto yang beredar di media sosial menunjukkan vandalisme di koral Raja Ampat, Papua Barat.
Ke depannya, kejadian ini diharapkan tak kembali terjadi. Ketua Tim Percepatan Wisata Bawah Air Kementerian Pariwisata, Cipto Aji Gunawan mengatakan pencegahan aksi vandalisme di karang bisa dilakukan secara jangka panjang maupun pendek.

"Untuk jangka panjang iada edukasi untuk mengenal terumbu karang itu sendiri. Edukasinya bisa masuk ke kurikulum pelajaran. Memang akan cukup lama efeknya tapi itu perlu dimasukkan," jelas Cipto saat dihubungi KompasTravel, Senin (6/2/2017).

BACA JUGA: Pulau Kri, Titik Menyelam Populer di Raja Ampat yang Tercoreng

Ia mengatakan edukasi tentang terumbu karang bisa dimasukkan sejak anak mulai sekolah. Cipto menyebut edukasi itu menstimulasi anak mengenal tentang terumbu karang.

"Jangan sampai gambarnya gunung saja. Anak-anak kita belum mengerti laut," tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

5 Wisata di Parapat, Kota yang Indah di Tepi Danau Toba

Travel Update
Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Wisata Ragunan Akhirnya Tutup Sementara Mulai 16 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X