10 Kuliner Halal yang Wajib Dicicipi di Manado

Kompas.com - 16/02/2017, 13:03 WIB
Kompas.com/Ronny Adolof Buol Salma, menunjukkan hasil olahan Cakalang Fufu yang baru saja selesai dipanggangnya di Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

MANADO, KOMPAS.com - Manado kini berbenah dan semakin menarik wisatawan untuk mengunjunginya. Ambisi Pemerintah Sulawesi Utara untuk mendatangkan turis Tiongkok hingga 1 juta orang mampu membuat pariwisata di Manado dan sekitarnya bergeliat.

Tak afdol rasanya jika datang ke Manado hanya untuk menikmati alam, budaya dan kerahaman warganya tanpa mencicipi kuliner khasnya. Berikut KompasTravel rangkum 10 kuliner yang wajib Anda cicipi saat bertandang ke Manado. Tentu, makanan dalam daftar ini adalah kuliner halal.

1. Tinutuan

Ini yang pertama, masakan khas Manado yang sudah sangat tersohor. Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, dimasak dengan bubur beras dan labu kuning. Sangat cocok disantap sebagai sarapan.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Kuliner khas Manado, Tinutuan atau dikenal juga dengan sebutan Bubur Manado.

Di hotel-hotel bintang 3 ke atas, biasanya tinutuan menjadi salah satu menu untuk breakfast. Di Manado ada pusat kuliner tinutuan. Datangilah wakeke, ada puluhan warung makan mulai dari yang sederhana sampai mewah menawarkan menu tinutuan.

BACA: Tinutuan, Kala Beraneka Rasa Gurih Sayur Beradu di Lidah

2. Cakalang Fufu

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) atau tongkol putih yang diasapi (fufu) merupakan salah satu menu khas di Manado. Ikan yang masih segar dan langsung diasapi ini kemudian diolah menjadi berbagai menu. Salah satu olahan paling enak adalah cakalang fufu saus, atau diolah menjadi cakalang fufu santan.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol Ikan cakalang yang sedang diasapi diolah menjadi Cakalang Fufu, kuliner khas Manado.

Sajian menu ini sangat lezat disantap saat masih panas. Banyak warung makan tradisional yang menyajikan menu cakalang fufu. Jika ingin membawa pulang, bisa mendatangi pasar tradisional atau ke jembatan Sario. Di sana banyak penjual cakalang fufu yang siap di-packing untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

BACA: Berpeluh Asap demi Cakalang Fufu

3. Dabu-dabu

Orang Manado nyaris tak bisa makan tanpa ditemani rasa pedas. Cabe (rica) menjadi salah satu bumbu yang paling berfluktuasi harganya karena paling dicari. Cabe diolah menjadi dabu-dabu (sambal).

BACA: Menikmati Menu Ikan Bakar Sekali Mati di Manado

Halaman:


EditorSri Anindiati Nursastri

Close Ads X