Kompas.com - 18/02/2017, 14:52 WIB
Kopi Mukidi, salah satu kopi arabika asal Temanggung yang tersohor karena cirikhas aroma tembakau Temanggungnya. KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAKopi Mukidi, salah satu kopi arabika asal Temanggung yang tersohor karena cirikhas aroma tembakau Temanggungnya.
|
EditorI Made Asdhiana

(BACA: Kim Teng, Kedai Kopi Legendaris di Pekanbaru)

Di tempat ini lah kopi diolah mulai bentuk cherry, pengemasan, hingga siap dihidangkan. Metode yang bisa digunakan untuk menghidangkan kopi pun terbilang lengkap, ada tubruk, vietnam drip, v60, shypon, rokpresso, kopi mokapot, frenchpress, dan late. Padahal rumah kopinya berada di pedalaman desa.

Sore itu Mukidi baru saja pulang dari kebun, sayangnya wisatawan tidak bisa mengunjungi kebun tersebut saat sore hari, dikhawatirkan hujan deras saat di tengah luasnya kebun.

“Kalau datang siang, wisatawan biasanya trip dulu ke kebun kopi milik saya juga warga lain,” ujarnya.

Sangat unik memang, melihat seorang petani desa yang biasa bekerja di kebun, tapi sangat terampil mengoperasikan alat roasting, bahkan alat penyajian kopi seperti shypon. Inilah konsep yang digagas Mukidi, yaitu petani harus bisa mandiri di era keterbukaan ini.

Di dalam, Anda bisa melihat semua proses tersebut secara langsung. Mukidi dibantu sang istri dan satu karyawan untuk mengoperasikan alat-alat sekaligus menangani tamunya.

Biji kopi yang tersaji semua merupakan asli Temanggung, di antaranya arabika, robusta, ecelssa, luwak, brown dan white coffee. Jenis Arabica Temanggung, dengan metode shypon pun dipilih KompasTravel untuk menemani di tengah dinginnya suasana pegunungan.

Jika Anda ingin menikmati suasana alamnya, beranjaklah ke teras rumah tersebut. Beberapa pasang kursi dengan suasana perkebunan dan gunung menambah kenikmatan kopi di sore hari.

Terlebih obrolan renyah bersama masyarakat desa membuat tak terasa mengantarkan wisatawan ke malam hari.

Mukidi mendalami dunia kopi sejak ia kecil di keluarga petani tembakau dan kopi. Mulai 2001 ia menekuninya sendiri, dengan mengusung konsep petani mandiri.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.