Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Bakal Berimbas untuk Pariwisata

Kompas.com - 24/02/2017, 18:16 WIB
Pementasan sendratari Ramayana dan Tari Kecak di komplek Pura Uluwatu, Bali. KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARIPementasan sendratari Ramayana dan Tari Kecak di komplek Pura Uluwatu, Bali.
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 1-9 Maret 2017 akan berkunjung ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Raja Salman membawa rombongan yang jumlahnya ribuan orang.

Agenda kunjungan Raja Salman pun tak hanya untuk urusan kenegaraan saja namun sekaligus akan berlibur ke Bali.

Kabar tentang liburan Raja Salman ke Bali membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira. Menurutnya, liburan Raja Salman ke Bali sangat positif bagi pariwisata Indonesia.

(BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng)

Arief menyebut liburan Raja Salman di Bali semakin memperkuat citra pariwisata di Pulau Dewata ataupun Indonesia.

“Raja Arab Saudi bisa menjadi endorser yang istimewa, seorang raja, pemimpin dan panutan negara, orang yang semua perilakunya akan diikuti oleh rakyatnya,” ujar Arief dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut Arief, liburan Raja Salman di Bali pasti akan menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara Arab. Apalagi Indonesia memang membidik negara-negara Arab sebagai pasar pariwisata.

KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Seorang penari dari Sekaa Satya Kanthy, Desa Tegal, Kabupaten Bangli, Bali, mengajak penonton menari pada pementasan kesenian joged bumbung, di panggung Pesta Kesenian Bali XXXVI, Taman Budaya, Denpasar, Senin (7/7/2014).
“Kehadiran Raja Salman itu sudah pasti akan diliput oleh media internasional, termasuk media di Arab. Ini akan memiliki media value yang tinggi dengan indirect impact yang sangat besar bagi pariwisata Indonesia,” katanya.

(BACA: Bali Ingin Dikenal sebagai Destinasi Wedding untuk Turis Arab Saudi)

Ia menjelaskan, Indonesia punya konsep wisata halal. Pasar terbesar wisata halal adalah Arab dan Timur Tengah.

Dalam setahun, lanjut Arief, jumlah outbound travellers dari Timur Tengah lebih dari 100 juta orang.

Oleh karena itu liburan Raja Salman bersama rombongan yang mencapai 1.500 orang termasuk para pangeran Kerajaan Arab Saudi juga bisa menjadi ajang promosi bagi pariwisata Bali dan daerah lain.

“Mereka berpotensi untuk datang kembali ke Bali and beyond. Destinasi wisata halal seperti Lombok, Aceh dan Sumbar bisa berpromosi di Bali,” katanya.

(BACA: 20 Destinasi Bulan Madu Idaman, Bali Salah Satunya)

Menpar memerinci, wisman asal Arab selama ini dikenal paling royal dalam membelanjakan uang saat berwisata. Mereka memang suka berbelanja dan menginap di hotel berbintang.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Penari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter.
Dalam data Kemenpar, rata-rata setiap wisatawan Arab membelanjakan uangnya hingga 1.800 dollar AS. “Rata-rata dunia, UNWTO (Organisasi PBB untuk Pariwisata) itu hanya 1.200 dollar AS,” katanya.

Selain itu, wisatawan Arab Saudi juga dikenal punya periode tinggal saat berwisata paling lama. “Biasanya di musim haji, musim panas, mereka berlibur dengan keluarga besar seperti Raja Salman ini,” tuturnya. (*)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X