Kompas.com - 25/02/2017, 12:03 WIB
Panorama Pantai Tanjung Aan, Kawasan Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/6/2016). Potensi kawasan pesisir Mandalika akan menjadi salah satu kawasan keonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia serta pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan akan dampak pembangunan besar perlu diperhatikan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPanorama Pantai Tanjung Aan, Kawasan Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/6/2016). Potensi kawasan pesisir Mandalika akan menjadi salah satu kawasan keonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia serta pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan akan dampak pembangunan besar perlu diperhatikan.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Arab Saudi melirik potensi investasi bidang pariwisata di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pertemuan untuk pembicaraan investasi akan dilakukan antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi.

"Selain melihat langsung destinasi wisata Mandalika, akan ada pertemuan bisnis antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan pihak delegasi Arab Saudi terkait pariwisata," ujar Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi Person In Charge (PIC) Mandalika, T Rahmadi, Jumat (24/2/2017) seperti dikutip dari siaran pers yang diterima KompasTravel.

Hiramsyah mengatakan, kedatangan Raja Salman ke Bali ini harus jadi penyemangat buat Lombok, supaya jadi destinasi yang sama dengan Bali, baik infrastruktur dan keamanannya. Ia menyebut Lombok baru akan memiliki hotel bintang lima plus setelah kawasan Mandalika rampung.

"Karena hotel-hotel yang akan dibangun di sana memang hotel berkelas dunia," jelas Hiramsyah.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Bakal Berimbas untuk Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muhammad Faozal menjelaskan bahwa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, sedang dikebut. Pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud membawa rombongan besar saat berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa rombongan yang ikut serta mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

BACA: Liburan Raja Arab Saudi ke Bali Naikkan Kunjungan Turis Timteng

Kedatangan Raja Salman ke Indonesia terkait pertemuan kedua negara untuk membahas sejumlah topik. Topik yang akan dibahas dalam pertemuan kenegaraan itu antara lain penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Raja Salman dan rombongan dikabarkan akan berlibur ke Bali dari tanggal 4 hingga 9 Maret 2017. Namun, status rombongan di Bali bukan lagi tamu negara, melainkan wisatawan biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.