Kompas.com - 26/02/2017, 16:03 WIB
Taman Laut Selat Pantar Alor, Nusa Tenggara Timur, memiliki keunikan sendiri. Berbagai jenis karang dan tumbuhan laut ditemukan di tempat tersebut dengan berbagai ragam warna. Pada sore dan pagi hari, ratusan lumba-lumba menari di permukaan air laut di sekitar pulau-pulau kecil yang mengelilingi selat itu. Foto diambil pada Kamis (27/10/2016). ARSIP DINAS PARIWISATA ALORTaman Laut Selat Pantar Alor, Nusa Tenggara Timur, memiliki keunikan sendiri. Berbagai jenis karang dan tumbuhan laut ditemukan di tempat tersebut dengan berbagai ragam warna. Pada sore dan pagi hari, ratusan lumba-lumba menari di permukaan air laut di sekitar pulau-pulau kecil yang mengelilingi selat itu. Foto diambil pada Kamis (27/10/2016).
EditorI Made Asdhiana

LIMA belas pulau berdiri kokoh di timur laut Nusa Tenggara Timur. Dua pulau di antaranya, yakni Pulau Alor dan Pulau Pantar, dipisahkan sebuah selat dengan terumbu karang dan biota laut yang indah.

Selat itu, Selat Pantar, bahkan dijadikan taman laut sebagai lokomotif pariwisata di Kabupaten Alor.

Turis-turis asing, yang sudah berkeliling dunia, bahkan mengakui Taman Laut Selat Pantar (TLSP) sebagai taman laut terindah nomor dua di dunia.

TLSP hanya kalah indah dari Taman Laut Kepulauan Karibia di Amerika Selatan. Apa benar? Para turis asing itu mengakuinya

Dari pengamatan Kompas dengan kapal motor berdasar kaca transparan selama 2 jam di perairan TLSP, tampak jutaan terumbu karang warna-warni yang unik.

(BACA: Alor Kekuatan Baru Pariwisata NTT)

Terumbu karang termasuk tumbuh-tumbuhan laut berwarna ungu, hijau, kuning, coklat, merah, abu-abu, jingga, dan putih juga menghiasi dasar laut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selat Pantar juga dimeriahkan ikan-ikan cantik, antara lain jenis flasher, alien, dan invanders. Ikan-ikan itu mempunyai warna tubuh yang bervariasi, bahkan seekor ikan dapat memiliki 3-4 warna. Tampak pula rombongan ikan karang dan ikan pelagis yang menghiasi panorama bawah laut.

Keindahan bawah laut tersebut jelas merupakan ”kekayaan” Kabupaten Alor dengan total luas 2.864,64 kilometer persegi ini. Kabupaten Alor berbatasan laut dengan Timor-Leste dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Tentu saja, untuk menikmati TLSP tiada cara lain daripada menyelam langsung di selat ini.

Waktu seminggu pun kiranya takkan cukup untuk memuaskan hasrat untuk menyaksikan seluruh keindahan Selat Pantar. Mengapa? Sebab, setidaknya ada 26 titik penyelaman di taman laut tersebut.

Titik-titik tersebut antara lain Fallt Line, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, Baeylon, The Edge, The Arch, The pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, Half Moon Bay, dan The Cathedral.

Sementara itu, di sekitar Pulau Pantar terdapat 18 titik penyelaman yang disebut ”Baruna’s Dive Site at Alor”. Kedelapan belas titik penyelaman tersebut antara lain Baruna’s Point, Never Never Wall, Cave Point, Three Coconut, hingga Rahim’s Point.

Jangan kaget kalau nama-nama titik penyelaman itu muncul dalam bahasa Inggris karena para penyelam dari luar negeri yang lebih dahulu mengakrabi Selat Pantar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X