Kompas.com - 27/02/2017, 09:04 WIB
Beni-Zuwaigini atau kepiting merah adalah makanan laut yang paling terkenal dari Teluk Toyama, terutama pada musim dingin. Beni-Zuwaigini adalah makanan laut yang paling terkenal dari Teluk Toyama, terutama pada musim dingin. Kompas.com/Jodhi YudonoBeni-Zuwaigini atau kepiting merah adalah makanan laut yang paling terkenal dari Teluk Toyama, terutama pada musim dingin. Beni-Zuwaigini adalah makanan laut yang paling terkenal dari Teluk Toyama, terutama pada musim dingin.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2015 memberlakukan Peraturan Menteri Nomor 1 dan 2 tahun 2015 tentang Aturan Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Meski sampai sekarang terus menjadi perdebatan, peraturan tersebut sebenarnya dimaksud untuk keberlangsungan biota lobster, kepiting, dan rajungan.

"Sebenarnya bukan masalah kepiting betinanya, tetapi lebih ke arah kepiting betina ini akan bertelur ribuan kepiting sekali waktu. Karena itu, kepiting betina dan terutama berried female (kepiting betina yang sedang bertelur) akan dilarang," kata Fisheries and Aquaculture Improvement Program Manager dari WWF Indonesia, Abdullah Habibi saat dihubungi KompasTravel, Minggu (26/2/2017).

Abdullah menyebutkan jika kepiting memiliki fungsi sebagai detritus feeder atau scavenger di laut. Kepiting adalah pengurai pada piramida makanan, dengan mengonsumsi plankton atau bangkai ikan di dasar laut.

"Sebenarnya aturan ukuran tangkap ini tidak hanya berlaku untuk betina saja, tapi juga yang jantan," ungkap Abdullah.

(BACA: Sensasi Makan Kepiting dengan Bobot Satu Kilogram)

Sebab, menurut Abdullah, lebih banyak kepiting betina juga tak baik. Karena kepiting jantan akan habis (ditangkap), maka keberlanjutan sumberdaya tidak akan tercapai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Solusinya adalah menangkap kepiting dengan ukuran panjang minimal tertentu, guna memastikan kepiting bisa mencapai umur dewasa dan melakukan reproduksi untuk keberlanjutan sumberdaya.

Meski kepiting dikembangbiakkan atau dibudidaya, lanjut Abdullah, juga akan menjadi tantangan tersendiri.

"Kalau tujuannya untuk pembesaran, ini akan jadi challenge. karena terlalu banyak penangkapan ketika mereka berukuran kecil, maka mereka tidak akan bisa melakukan pengembangbiakan dan sumberdaya akan bisa habis," kata Adullah.

Sampai saat ini belum ada peraturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai budidaya kepiting.

Tahun 2016, Peraturan Menteri KKP Nomor 1 dan 2 tahun 2015 dicabut dan diganti dengan yang lebih spesifik dengan Peraturan Menteri KKP Nomor 56 tahun 2016. Aturan tersebut melarang penangkapan lobster, kepiting dan rajungan dalam kondisi bertelur pada waktu tertentu, ukuran yang dibolehkan, dan periode ekspor. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Daftar Kereta Api Jarak Jauh Daop 1 Jakarta yang Beroperasi pada Desember 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.