Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Bidik Wisatawan India

Kompas.com - 05/03/2017, 19:22 WIB

RISHIKESH, KOMPAS - Kementerian Pariwisata menargetkan 546.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia tahun ini.

Selain menggencarkan promosi wisata, pemerintah daerah juga dituntut kreatif dalam mengemas atraksi wisata untuk menggaet wisatawan.

”Tahun 2016, jumlah wisatawan India yang datang ke Indonesia ada 376.802 orang. Jumlah itu naik 28 persen dibandingkan dengan 2015. India memang salah satu pasar potensial yang perlu digarap karena per tahun ada 22 juta orang India pergi ke luar negeri. Sementara Indonesia baru dapat sekitar 1,5 persen dari 22 juta orang itu,” kata Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani kepada wartawan Kompas, Megandika Wicaksono, Jumat (3/3/2017), di Rishikesh, India.

(BACA: Seperti Apa Karakter Turis India yang Berlibur ke Indonesia?)

Adnyani menyampaikan, lama berkunjung wisatawan India ke Indonesia berkisar 6-7 hari. Mereka umumnya datang ke Indonesia untuk berlibur.

Wisatawan India cenderung menyukai wisata keindahan alam, seperti laut, pantai, dan wisata budaya.

Pada ajang Festival Yoga Internasional di Rishikesh, 1-7 Maret, Kementerian Pariwisata menggelar promosi pariwisata Indonesia dengan slogan ”Wonderful Indonesia”.

Indonesia juga berpartisipasi dalam pertunjukan seni bertema ”Bhinneka Tunggal Ika” yang dibawakan penyanyi dan seniman dari Bali, Ayu Laksmi, beserta timnya, Svara Semesta.

Alokasi anggaran untuk pemasaran dan promosi di mancanegara pada 2017 mencapai Rp 1,5 triliun.

Menurut Adnyani, ajang itu merupakan momen strategis karena banyak orang dari sejumlah negara berkumpul di India untuk mendalami yoga.

BIRO PERS SETPRES/RUSMAN Presiden Joko Widodo di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016) didampingi dari kiri ke kanan: Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Yoga termasuk dalam pengembangan wisata minat khusus. Di Indonesia, terutama di Bali dan Borobudur, juga ada destinasi yoga.

Inisiator Indonesia-India, Sanggam Indra Udayana, yang tinggal di India sejak 1992, menyampaikan, kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia berpotensi untuk dikembangkan.

Sebab, secara kultur, masyarakat India memiliki kemiripan, khususnya dengan masyarakat Hindu di Bali.

”Indonesia memiliki wisata religi yang kaya dan beragam, tetapi juga sekaligus alam yang indah, terutama laut. Warga India ingin menikmati wisata itu karena hamparan di India sangat luas dan untuk menjangkau laut sangat jauh,” ujar Indra.

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Maret 2017, di halaman 20 dengan judul "Indonesia Bidik Wisatawan India".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com