Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masakan Palembang "Tempo Doeloe" Tersaji di Sarinande

Kompas.com - 09/03/2017, 15:39 WIB
Dimas Wahyu

Penulis

PALEMBANG, KOMPAS.com - Masakan khas Palembang tentu saja bukan hanya pempek. Namun, jika ditanya, lalu apakah masakan khas lainnya dari Palembang?

Salah satu jawabannya bisa diperoleh dengan menyambangi tempat bernama Sarinande.

Ketika mendatangi Sarinande, muka restoran ini lebih mirip rumah makan padang yang umumnya memiliki etalase dengan tumpukan aneka lauk.

(BACA: Ikan Seluang Goreng Khas Palembang, Garing dan Gurih...)

Namun, kata-kata "tempo doeloe" di spanduk depanlah yang membuatnya berbeda.

KOMPAS.COM/DIMAS WAHYU Sate pentul di Rumah Makan Sarinande, Palembang, merupakan olahan dari ikan belida yang digoreng.
Ini merupakan restoran yang menjanjikan masakan "tempo doeloe" karena memang sudah tercatat dari lidah ke lidah sejak tahun 1957.

"Kakek awalnya tahun 1957 jualan di Jalan Sudirman, tetapi belum berbentuk rumah makan begini. Dulu hanya lemari dan menumpang di rumah orang," ujar Yusuf Rhandy, pengelola Sarinande.

Namun, dari situ, misalnya, orang sudah mulai mencari pindang patin buatan sang kakek, H Abdul Hamid.

Kalau olahan ikan patin biasanya bercitra amis, sajian di Sarinande ini membuat anggapan itu pupus. Bau amis tidak ada sama sekali, dan semuanya menyatu dalam wadah dan sajian ala tom yam Thailand.

KOMPAS.COM/DIMAS WAHYU Cung ikan teri, lalapan dari tomat ceri dengan kuah pedas salah satu menu di Rumah Makan Sarinande, Palembang.
"Patin yang ini dari sungai, bukan tambak. Memang kalau ikan liar kan amis. Tapi ini setelah dapat, kami bersihkan sebersih mungkin dengan air panas yang disiramkan. Karena patin tidak bersisik, jadi kami sikat saja sampai bersih selaput luarnya," kata Yusuf membeberkan caranya menghilangkan bau amis itu.

Sajian berharga Rp 40.000 per porsi yang bisa disantap 2-3 orang itu hadir bersama dengan aneka masakan olahan ikan lainnya yang tidak kalah unik.

Misalnya, ada ikan lais goreng bumbuh cabai hijau yang munculnya tergantung musim, ikan belida yang diolah jadi sate pentul mirip otak-otak goreng, sate ikan dari bahan sama tetapi bahkan bukan berbentuk sate melainkan pepes, serta ada pula cung (tomat ceri) kuah pedas.

KOMPAS.COM/DIMAS WAHYU Jus naga merah yang dibuat dari buah naga murni dan adukan gula di Rumah Makan Sarinande, Palembang.
Jika asumsi awal pada masakan ini adalah pedas dan penuh rasa, maka faktanya masakan tempo doeloe di Sarinande lebih ke rasa asli dari bahan makanan, dan segar.

Kesegarannya mengimbangi aneka jus yang ditawarkan, misalnya jus naga merah (buah naga) dengan warna yang sangat pink dan dijual seharga Rp 20.000 per gelas.

KOMPAS.COM/DIMAS WAHYU Pindang patin tersaji ala tom yam dengan daging ikan yang tidak amis di Rumah Makan Sarinande, Palembang.
Mengenai nama "Sarinande" sendiri, ada cerita lucu di belakangnya. Nama itu sebenarnya adalah nama rumah orang yang ditumpangi oleh sang kakek untuk berjualan.

Namun, karena orang-orang selalu bilang ingin makan pindang di rumah Sarinande, maka jadilah nama itu ikut keliling bersama sang kakek, lalu turun ke ayah Yusuf, dan kini di tangan Yusuf.

Rumah Makan Sarinande era Yusuf sendiri berdiri sejak 2012 terletak di Jalan Mayor Ruslan, Palembang, dengan jam buka dari pukul 09.00 hingga 21.00.

KOMPAS.COM/DIMAS WAHYU Rumah Makan Sarinande, rumah makan sederhana yang bersejarah di Palembang.
"Kalau Minggu kami cuma buka sampai pukul 16.00. Iya, soalnya mau istirahat," ujar Yusuf sang pemilik, yang walau belum menutup tempat makannya malam itu, tetapi sudah kehabisan ikan lais goreng bumbu cabai hijau.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com