Candi Muaro Jambi, Kampus Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Kompas.com - 20/03/2017, 16:03 WIB
Situs Candi Muaro Jambi - Pengunjung melihat Candi Tinggi  di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi.  Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno. Situs ini kini terancam perusakan oleh tambang batu bara dan industri pengolahan minyak sawit.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANSitus Candi Muaro Jambi - Pengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Budha pada masa Melayu Kuno. Situs ini kini terancam perusakan oleh tambang batu bara dan industri pengolahan minyak sawit.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompleks Candi Muaro Jambi adalah salah satu candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang saat ini berada di Provinsi Jambi. Berbagai artefak peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya ditemukan di komplek candi ini.

Diketahui bahwa Candi Muarojambi adalah salah satu universitas, alias kampus, peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Hal tersebut diungapkan oleh arkeolog dari Kementerian Pendidikan dan Budaya, Agus Widiatmoko.

"Ada kemiripan antara Candi Muaro Jambi dengan Universitas Nalanda di India," kata Agus di tengah acara Komunitas Jelajah Budaya di Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

BACA: Wisata Candi Muaro Jambi, Menginap di Rumah Penduduk Sambil Belajar Artefak

Agus mengatakan diperkirakan saat Kerajaan Sriwijaya berjaya sekitar tahun 784, mereka mengutus mahasiswanya untuk belajar di Universitas Nalanda. Sriwijaya juga diketahui membangun 2.000 kamar dan satu perpustakaan untuk mahasiswanya di India.

"Saat ajaran Budha Dharma di India mengalami kehancuran karena invasi dari negara lain,  maka Universitas Nalanda berpindah ke Sumatera atau ke Candi Muaro Jambi," kata Agus.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung melihat Candi Tinggi di Kompleks Situs Candi Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (10/11/2012). Kompleks situs ini luasnya sekitar 17,5 kilometer persegi dan diperkirakan ada sekitar 110 buah candi. Situs Muarao Jambi yang diperkirakan dibangun sejak abad ke-4 hingga ke-11 Masehi ini menjadi tempat pengembangan ajaran Buddha pada masa Melayu Kuno.

Lulusan Candi Muaro Jambi yang kembali ke India akhirnya melakukan reformasi agama di Tibet. Maka sampai saat ini, menurut Agus, ada beberapa doa di Tibet yang menyebutkan nama-nama guru di Nusantara.

BACA: Muaro Jambi, Mau Ekonomi atau Kelestarian?

Candi Muarojambi terletak di Danau Lamo, Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, dekat dengan Sungai Batang Hari. Kawasan komplek percandian Muarojambi memiliki 82 reruntuhan (menapo) bangunan kuno.

Saat ini sudah ada delapan bangunan candi yang telah dilakukan ekskapasi atau pemugaran dan pelestarian secara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X