Yang Dibutuhkan Borobudur Agar Semakin Menggaet Wisman

Kompas.com - 21/03/2017, 09:04 WIB
Pengelola membersihkan lingkungan sekitar Candi Borobudur, Magelang, dalam rangka hari Peduli Sampah Nasional, Jumat (24/2/2017). Kompas.com/Ika FitrianaPengelola membersihkan lingkungan sekitar Candi Borobudur, Magelang, dalam rangka hari Peduli Sampah Nasional, Jumat (24/2/2017).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan wisata Borobudur beserta daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) yang termasuk dalam sepuluh destinasi prioritas memiliki tugas untuk mendatangkan dua juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019.

Target tersebut naik 600 persen dari target kunjungan wisman yang datang pada tahun 2014 yakni 300.000 orang di Candi Borobudur.

"Dari pusat, daerah, dan masyarakat harus bersatu," kata Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, Tim Percepatan Kawasan Borobudur, Hari Untoro Dradjat saat ditemui dalam Seminar Mengembangkan Pariwisata Berbasis Budaya & Spiritual, Menara Batavia, Jakarta, Senin (20/3/2017).

BACA: Borobudur, Joglosemar, dan Wisata Halal Dipamerkan di TITF 2017

Hari mengatakan untuk membuat Borobudur dan kawasan Joglosemar semakin diminati wisatawan mancanegara maka dibutuhkan atraksi, amenitas, dan infrakstruktur yang memadai.

"Menurut saya ada sesuatu kerumunan yang harus dikembangkan di luar Borobudur. Jadi kerumunan itu bisa pusat pertokoan, pusat budaya, dan juga yang perlu dikembangkan itu narasi," kata Hari.

BACA: Ini Kalender Wisata Taman Wisata Candi Borobudur Tahun 2017

Narasi yang dimaksud oleh Hari adalah kisah-kisah Borobudur yang dibuat menjadi sebuah seni pertunjukan. Hari membandingkan dengan pertunjukan seni budaya di Bali, yang juga menjadi daya tarik wisman selain keindahan alam dan benda.

"Ada juga Dieng dengan tradisi potong rambut gimbal. Dalam tiga hari penyelenggaraan Rp 45 miliar berputar di sana. Ekonomi kembali lahir ke masyarakat," kata Hari.

BACA: Untuk Orang Thailand, Candi Borobudur Itu Sangat Terkenal...

Sedangkan soal peran swasta, lanjut Hari, perlu dibangun gedung seni pertunjukan sementarapemerintah membangun akses dan infrastruktur untuk menuju titik-titik wisata.

Borobudur dan daerah Joglosemar pada tahun 2016 mendapat penghargaan Indeks Destinasi Tertinggi Pertama dari sepuluh destinasi prioritas yang ada. Meski begitu, kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Borobudur masih tertinggal jauh dibanding Angkor Wat, Kamboja yang berhasil menarik 2,5 juta wisatawan mancanegara tiap tahunnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X