Kompas.com - 27/03/2017, 19:10 WIB
EditorI Made Asdhiana

MAGELANG, KOMPAS - Kementerian Pariwisata akan mengembangkan wisata budaya dan religi di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dua wisata ini diharapkan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di Candi Borobudur, sekaligus berkontribusi pada capaian kunjungan wisatawan secara nasional.

”Pengembangan wisata budaya adalah bagian dari upaya menggerakkan semua potensi yang ada demi mencapai target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019,” ujar Sekretaris Tim Kelompok Kerja Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kawasan Borobudur Kementerian Pariwisata Wati Moerany saat ditemui di Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (25/3/2017).

Wisata budaya kali ini mendapatkan perhatian. Sebab, jenis wisata tersebut selama ini hanya berkontribusi mendatangkan sekitar 7 persen wisatawan dari total capaian jumlah wisatawan per tahun.

(BACA: Pakai Aplikasi Ponsel, Pengelola Candi Borobudur Akan Batasi Wisatawan)

Kondisi itu sangat disayangkan karena kesenian, tradisi, dan ritual yang ada di masyarakat pasti sangat banyak jumlah dan ragamnya. Wisata budaya yang dimaksud termasuk di dalamnya wisata religi.

Pengusaha dan pendiri Tidar Heritage Foundation, SD Darmono, mengatakan, di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya terdapat potensi wisata spiritual dan religi yang belum tergarap dengan baik.

”Padahal, wisata spiritual dapat mendatangkan jumlah wisatawan dalam jumlah besar secara kontinu. Misalnya, Lourdes yang kerap didatangi untuk wisata rohani umat Kristiani, atau Mekkah dan Madinah oleh umat Muslim untuk menunaikan ibadah haji atau umrah,” ujarnya.

Kompas.com/Ika Fitriana Mobil hias membawa relik Buddha, tampak sejumlah Bhiksu dan Bhiksuni memercikkan air berkah kepada masyarakat yang menyaksikan kirab Waisak 2559 BE menuju Candi Borobudur, Selasa (2/6/2015).
Di wilayah Kabupaten Magelang, Darmono mengatakan, Candi Borobudur, misalnya, dapat digarap menjadi pusat peribadatan umat Buddha dunia. Terdapat pula tempat-tempat untuk ziarah atau wisata spiritual berbagai agama lainnya.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan, perlu dikembangkan berbagai jenis wisata turunan di kawasan Borobudur.

Dengan demikian, setiap orang yang datang tidak sekadar berjalan-jalan ke candi dan setelah itu pulang.

”Perlu dikembangkan beraneka ragam wisata agar wisatawan berlama-lama tinggal di Magelang dan tidak buru-buru pergi ke Yogyakarta,” ujarnya. (BRO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Maret 2017, di halaman 22 dengan judul "Dikembangkan Wisata Religi".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.