Kompas.com - 28/03/2017, 11:19 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KALABAHI, KOMPAS.com - Sebagai wisata selam kelas dunia, Kabupaten Alor di Nusa Tenggara Timur memang menjadi impian dari para pecinta selam dunia. Namun demikian, ada yang harus diperhatikan saat mengunjungi Alor yakni waktu berkunjung. Sebab jika salah waktu mengunjungi Alor, bisa-bisa justru tak jadi menyelam dan malah berdiam di penginapan.

"Waktu terbaik untuk ke Alor itu bulan Mei, Juni, dan Juli karena ombak lebih tenang," kata pelaku wisata sekaligus aktivis lingkungan di Alor, Onesimus Laa saat ditanya KompasTravel, Rabu (22/3/2017) di Pulau Sika, Alor, Nusa Tenggara Timur.

Musim hujan yang mengakibatkan cuaca mendung dan ombak yang cukup besar di Alor jatuh pada bulan Desember hingga Maret. Namun karena faktor cuaca yang tak menentu, terkadang di bulan Oktober, Alor sudah dilanda hujan deras.

Meski bulan Mei hingga Juli masuk sebagai waktu terbaik mengunjungi Alor tetapi bulan tersebut adalah bulan high season atau puncak kunjungan tertinggi ke Alor. Sehingga harga tiket transportasi cenderung menjadi mahal.

dok. WWF Indonesia Perairan Alor, Nusa Tenggara Timur.

Dari pantauan KompasTravel, harga tiket pesawat dari Jakarta ke Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur yang juga pintu gerbang menuju Alor dihargai hingga Rp 1,6 juta pada bulan Juni. Padahal di luar bulan high season, harga tiket pesawat dihargai sekitar Ro 900.000.

Untuk itu, jika mengincar harga murah, bulan April, Agustus, dan September adalah waktu yang direkomendasikan untuk berkunjung ke Alor. Akomodasi atau penginapan di Alor yang belum begitu banyak juga akan semakin langka pada bulan high season.

Kabupaten Alor, NTT terkenal dengan 42 situs selam yang telah terdaftar dan masih banyak yang belum dieksplor. Saking indah pemandangan bawah lautnya tahun 2016 Alor mendapat penghargaan sebagai tempat menyelam terpopuler di Anugerah Pesona Indonesia tahun 2016.

Wisata di Alor tak hanya wisata bahari, melainkan juga wisata sejarah dan budaya. Seperti berkunjung ke Desa Takpala, Desa Bampalola, dan Desa Kopidil yang terkenal dengan budaya lokal. Bagi pecinta sejarah dan religi dapat berkunjung ke Desa Alor Besar. Di desa ini terdapat Al Quran dari kulit kayu yang sudah berusia ratusan tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Jalan Jalan
Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Travel Update
Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Travel Update
12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Travel Tips
10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

Jalan Jalan
Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Travel Update
4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

Jalan Jalan
Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Travel Update
7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary
10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

Jalan Jalan
Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Travel Update
Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Travel Update
Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.