Tujuh Fakta Menarik Saat Nyepi di Bali

Kompas.com - 28/03/2017, 12:52 WIB
Warga Desa Intaran Semawang berdoa dalam upacara Melasti di Pantai Segara Sanur, Bali, Minggu (6/3/2016). ARSIP KOMPAS TVWarga Desa Intaran Semawang berdoa dalam upacara Melasti di Pantai Segara Sanur, Bali, Minggu (6/3/2016).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Tepat hari ini, Selasa (28/3/2017), umat Hindu merayakan Nyepi. Bali sebagai pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu menjadi sorotan karena perayaan Nyepi.

Ada fakta menarik soal Hari Raya Nyepi yang membuat Bali berbeda dari hari-hari biasa, seperti yang Kompas Travel rangkum berikut ini:

1. Pantangan umat Hindu di Hari Nyepi

Puncak perayaan Hari Nyepi bukan dirayakan dengan gegap gempita, melainkan dengan pelaksanaan catur brata penyepian atau empat pantangan.

Empat pantangan yang dilaksanakan oleh umat Hindu saat Nyepi terdiri dari amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

2. Jalanan kosong

Tak diperkenakan ada kendaraan selain mobil ambulans yang beroperasi di Bali. Pecalang atau petugas keamanan desa yang akan mengawal ambulans mengantar pasien ke rumah sakit.

3. Bandara berhenti beroperasi

Hanya di hari Nyepi, tiket penerbangan tak dijual sebab bandara berhenti beroperasi di Hari Nyepi. Terminal, pelabuhan, dan Jalan Tol Bali Mandara juga ditutup pada saat Nyepi.

4. Malam bertabur bintang

Karena udara yang bersih tanpa polusi, malam hari di Bali saat Nyepi akan bertabur bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

5. Dirindukan oleh wisatawan

Anggapan Bali dihindari oleh wisatawan saat Nyepi justru salah. Sebaliknya banyak wisatawan yang sengaja menghabiskan waktu liburan saat Nyepi d Bali.

Umumnya wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman spiritual dengan yoga atau meditasi di keheningan Nyepi. Melihat bintang saat malam hari juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

(Baca juga Pengalaman Tak Terlupakan, Berlibur ke Bali Saat Nyepi)

6. Rentetan pertunjukan budaya yang memikat

Ada banyak pertunjukan budaya sebelum dan sesudah Nyepi. Misalnya dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Melasti atau sembahyang di laut.

Sehari sebelum Nyepi, akan dilaksanakan Mecaru atau pawai ogoh-ogoh. Sehari setelah Nyepi ada tradisi omed-omedan atau berciuman massal untuk menolak bala.

(Baca juga Rangkaian Kegiatan Ini Dilakukan Saat Nyepi di Bali)

7. Harga hotel lebih murah

Saat Nyepi juga menjadi ajang bagi hotel untuk memberi paket dengan harga murah. Biasanya paket akan dilengkapi makan pagi, siang, dan malam, juga ragam aktivitas menarik untuk menghibur tamu hotel di hari Nyepi.

Harga paket biasanya untuk tiga hari dua malam, dan mencapai 50 persen lebih murah dari hari biasa.

(Baca juga Liburan di Bali Saat Nyepi? Simak Tips Nyepi Ini)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X